Denpasar (Bisnis Bali) – Di tengah perlambatan ekonomi, sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diminta melakukan langkah  efisiensi. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (8/11) mengatakan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diminta buat terobosan untuk melakukan inovasi produk.

Produk yang diciptakan harus sesuai dengan kebutuhan pasar.  Untuk pengembangan usaha, UMKM mesti melakukan penguatan permodalan. Sektor perbankan dan lembaga keuangan diminta memberikan akses lebih luas untuk sektor UMKM.

Sektor UMKM diharapkan pintar mengelola keuangan. Dengan begitu, tingkat perputaran uang makin tinggi dan pertumbuhan ekonomi bisa ditingkatkan. Menurutnya, sektor UMKM harus diupayakan tetap tumbuh. Ini dikarenakan sektor UMKM menjadi sektor penopang pertumbuhan ekonomi.

Ia menilai pemerintah kabupaten/kota diharapkan bisa mempermudah perizinan UMKM. Selain berizin, sektor UMKM dituntut mampu membuat laporan keuangan. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menambahkan dengan pengelolaan keuangan baik, UMKM bisa semakin eksis. Dengan tata kelola keuangan yang baik, UMKM bisa lebih mudah mendapatkan penguatan akses permodalan dari perbankan. (kup)