Mangupura (Bisnis Bali) – Guna menjamin keselamatan penerbangan, PT Angkasa Pura I (Persero) menggelar ramp check di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang dipimpin langsung Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Herson.

Herson mengatakan pemeriksaan (ramp check) dilakukan secara periodik dan rutin seminggu sekali terhadap pesawat yang landing di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai. Meski demikian, kapan pun ada keluhan dari teknisi maka pihaknya siap turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan karena otoritas bandara memiliki posko di setiap terminal. “Jadi bukan berarti terpaku pada pemeriksaan periodik seminggu sekali. Kalau misalnya tiap hari ditemukan ada masalah maka kami akan turun ke lapangan melalui tim inspektur kami,” ucap Herson.

Proses ramp check pada satu pesawat membutuhkan waktu berkisar 15-20 menit tergantung ground time yang dimiliki. Tim inspektur otoritas bandara akan melakukan penanganan terhadap hal-hal yang menjadi prioritas pertama, yakni administrasi. Administrasi ini mencakup validasi dan sertifikasi baik itu pilot maupun krunya.

Kemudian mengevaluasi hasil-hasil sebelum penerbangan, berupa pengecekan. Dilanjutkan pengecekan teknis pada mesin dan lain-lain yang semua itu dibandingkan (compare) terhadap catatan selama penerbangan. “Itu semua ada catatan. Selama penerbangan pilot punya catatan di logbook. Nah itu dilihat dan dievaluasi oleh tim inspektur kami,” jelasnya.

Terkait pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 yang jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober lalu, dikabarkan pesawat jenis Max tersebut sehari sebelumnya terbang dari Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai menuju Jakarta. Sebelum terbang telah dilakukan pemeriksaan secara keseluruhan dan semuanya normal.

“Pesawat itu (Lion Air) keseluruhan sudah diperiksa. Semua sudah ada datanya dan sudah dilaporkan. Setiap pilot punya catatan saat mengudara dan catatan itulah yang dilaporkan ketika tiba. Di data kami semua normal dan tidak ada kerusakan. Clear semua. Kalau misal ada kerusakan dan pilot tidak berani terbang maka pesawat itu tidak akan terbang. Terbang itu karena semua sudah clear dan tidak ada masalah. Makanya sampai dengan selamat di Jakarta,” tegas Herson.

Tiap pesawat yang baru datang (landing) akan dievaluasi oleh tim teknis masing-masing. Evaluasi menyangkut maintenance secara harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Ini adalah pengecekan untuk keselamatan penerbangan agar aman dan nyaman sampai di tujuan. Bahkan pengecekan kesehatan pun dilakukan secara periodik bekerjasama dengan balai terkait untuk pemeriksaan semua kru yang terbang.

Adanya kejadian yang menimpa Lion Air rute Jakarta – Pangkalpinang baru-baru ini, menurut Herson tidak mempengaruhi jumlah penerbangan di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai. Sampai saat ini intensitas penerbangan masih normal, bahkan dikatakan belakangan ini mulai susah mendapatkan tiket akibat tingginya permintaan penerbangan ke Bali. (dar)