Putu Ajus Mulyawarman, Sebuah Kebanggaan

MENJADI sebuah kebanggan yang tak terhingga bagi pria yang beranama Putu Ajus Mulyawarman, salah seorang kreator motor yang saat ini tengah meraih juara Kustomfest Indonesian Attack 2018 yang berlangsung di Yogyakarta, 6-7 Oktober lalu. Dalam waktu dekat ini, pria yang akrab disapa Ajus ini pun akan berangkat ke Jepang untuk mengikuti Yokohama Hot Rod Custom Show.

Saat ditemui di Sanur, belum lama ini, pria asli dari Banjar Sindu Kaja, Kelurahan Sanur ini, mengatakan keberangkatan mengikuti Yokohama Hot Rod Custom Show, guna mengikuti pelaksanaan show untuk menampilkan dua motor custom hasil rancangannya, yakni Badak Agung dan Gajah Ireng.

”Kustomfest yang berlanjut untuk program Indonesia Attack ini, setiap tahun diadakan di Yogyakarta, yang mendatangkan juri dari luar negeri, yaitu delapan juri dari Jepang, empat juri dari Amerika, dan dua juri dari Autralia. Selaku industri otomotif, saya sangat senang karena hasil karya saya mendapat perhatian dari orang-orang industri dengan latarbelakang terkenal,” ujarnya.

Indonesia Attack tahun 2018 ini, dilakukan seleksi ketat oleh pihak Kustomfest dengan menyeleksi 200 motor custom, dan terpilih delapan motor custom. Hasil karyanya, yakni Badak Agung dengan mesin Kawazaki dan Gajah Ireng dengan mesin Harley Davidson berhasil lolos untuk mengikuti Yokohama Hot Rod Custom Show di Jepang.

”Karya ini saya buat hampir tiga sampai empat bulan di bengkel saya di jalan By Pass Ngurah Rai Nomor 167, Kelurahan Sanur. Hasil karya saya langsung diseleksi pihak penyelenggara, yaitu President Director Mooneyes Company Japan, Shige, bersama timnya ke Kustomfest di Yogyakarta, untuk menyeleksi motor-motor custom yang akan berlaga di Jepang,” ujarnya.

Dalam ajang Yokohama Hot Rod Custom Show di Jepang, Ajus bersama rekan-rekannya sesama Indonesia, akan berlaga melawan hasil karya 800 motor custom se-dunia. ”Kami bersanding dengan builder-builder (kreator motor custom) yang sudah terkenal saja sudah sangat bangga. Apalagi karya saya ini disponsori Kelurahan Sanur dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dari Kementerian Industri Kreatif, Triawan Munaf. Dua motor hasil karya saya sudah di Yogyakarta, begitu juga dengan hasil karya lainnya sudah masuk kontainer untuk dikirim ke Jepang,” ucapnya. (wid)