Mangupura (Bisnis Bali) – Pencapaian target 20 juta wisatawan 2019 ke Indonesia mesti diikuti penambahan kapasitas termasuk di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Sejauhmana keterbatasan slot ini akan mempersulit penambahan akses penerbangan reguler ke Bali berikut laporannya.

Penambahan maskapai yang mengangkut wisatawan Bali mesti diikuti penambahan slot di Bandara Ngurah Rai. Ini berdasarkan pertimbangan Bali berkontribusi lebih dari 40 persen untuk kedatangan wisatawan ke Indonesia.  Walaupun kedatangan pesawat sudah  cukup padat, Bandara I Gusti Ngurah Rai mesti mencontoh pengelolaan bandara internasional di luar negeri.

Dewan Pembina Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Bagus Sudibya mengatakan pemerintah bersama otoritas bandara mesti menyikapi peningkatan permintaan maskapai untuk mengantarkan wisatawan ke Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Menyikapi keterbatasan slot selama ini, Otoritas Bandara mesti melakukan analisis slot. Upaya teknis melakukan analisis slot ini akan memberikan hasil terkait kapasitas dan daya dukung bandara.  Otoritas Bandara mesti mampu meningkatkan slot. Ini akan memudahkan maskapai internasional menurunkan wisatawan di Bali.

Menurut Ayah 4 Anak in, penambahan slot bandara ini bisa dilakukan mencontoh bandara internasional di negara lain. Ini terutama bandara internasional yang terpadat lalu lintas pesawatnya.  Ia mencontohkan bandara di New York dan Jerman melayani lalu lintas pesawat yang sangat padat. Indonesia dan Bali bisa mencontoh kedua bandara terpadat tersebut.

Konsulat Afrika Selatan untuk Bali ini menilai Bandara Ngurah Rai masih sangat memungkinkan melakukan penambahan slot. Otoritas Bandara Ngurah Rai tentu harus memikirkan kebutuhan sektor pariwisata Bali.

Bagus Sudibya menambahkan dengan penambahan slot akan memungkinkan maskapai penerbangan internasional untuk memberikan layanan penerbangan direct flight secara reguler ke Bali. Ini juga akan memberikan peluang penerbangan murah (LCC) untuk rute dari negara pasar ke Bali.

Kendala slot di Bandara Ngurah Rai mesti dibicarakan antara pemerintah, otoritas bandara dan stakeholder pariwisata. ” Upaya duduk bersama ini diharapkan bisa memecahkan masalah keterbatasam slot pesawat, Apron, dan runway di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,” ucapnya. (kup)