STUDI KOMPARATIF - Rombongan Dinas Kominfo Gianyar, dan Dinas Pekerjaan PUPR Gianyar saat melakukan studi komparatif terkait penataan taman ke Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya .

Gianyar (Bisnis Bali) – Untuk penataan wajah Kota Gianyar, Pemkab Gianyar melalui  Dinas Komunikasi, Informatika (Kominfo) Gianyar, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), melakukan studi komparatif terkait penataan taman ke Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya Selasa (6/11)-Kamis (8/11).

Rombongan Kominfo dan PUPR, yang dipimpin Kabid Kominfo, Anak Agung Geria dan Kabid Pertamanan PUPR, I Wayan Jati, diterima oleh Kabid RTH dan PJO, Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, Hendri Sutianto didampingi Koordinator Perencanaan RTH, Guntoro M. Nizar.

Kabid RTH dan PJO, Hendri Sutianto mengatakan pengelolaan kebersihan dan ruang terbuka hijau di Kota Surabaya dilaksanakan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya. Penanganan ruang terbuka hijau dan taman ini ditangani sumber daya manusia (SDM) yang ahli di bidangnya.

Taman di Kota Surabaya terbagi dua taman aktif dan taman pasif. Sampai saat ini, Surabaya memiliki taman pasif berupa pelestarian sebanyak 282 taman. Lalu taman aktif sebanyak 110 taman. Luas taman aktif minimal 500 M2.

Dalam penanganannya, pengelolaan taman di bagi menjadi 5 rayon, yakni rayon Surabaya Pusat, Timur, Utara dan Selatan. Struktur setiap rayon meliputi ketua, wakil dan satgas. Setiap rayon membentuk satgas memiliki pasukan 80-90 orang.

Hendri menjelaskan dalam pengaturan dan pengelolaan taman ini, Kota Surabaya memiliki 7 Perda mengenai ruang terbuka hijau dan perlindungan tanaman dilindungi. Salah satunya Perda No. 7 Tahun 2002 tentang pengelolaan ruang terbuka hijau.

Pembuatan Taman dan Pengelolaan Taman di Kota Surabaya lebih banyak didukung sektor swasta. Ini menggunakan dana CSR perusahaan dan perbankan. Ini seperti CSR Telkom untuk pembuatan Taman Bungkul.  Taman Pelangi CSR Pertamina, Taman Buah Undaan CSR Bank Jatim, Taman Tanjung Perak CSR Bank Danamon. Taman Kesehatan Korea dibangun ekspatriat dari Korea.

Kegiatan menanam tanaman dan perawatan taman dan jalur hijau dilakukan setiap hari. Ini mencakup penanaman, pendangiran, penyapuan, pemotongan, penyiraman, dan perantingan pohon. Kota Surabaya merupakan kawasan panas sehingga bibit tanaman antara lain didatangkan dari Batu Malang.

Adapun para pekerjanya mulai beraktivitas mulai pukul 06.00 dengan cara didrop ke lapangan, lalu tenaga rayon itu dipulangkan pukul 15.00. Khusus kegiatan perantingan dilakukan malam hari guna mengurangi kemacetan lalu lintas. Kegiatan perantingan dilakukan mulai pukul 22.00 sampai pagi hari.

Setelah proses perantingan dilanjutkan pembuatan kompos menggunakan daun hasil perantingan. Selain pemanfaatan pupuk kompos, pemupukan tanaman dan taman menggunakan limbah tinja cair.

Penanaman dilakukan setiap hari dan penyiraman dilakukan 2-3 kali sehari. Semua kegiatan kebersihan dan pengelolaan ruang hijau dimonitoring dan dilaporkan ke Walikota Surabaya.   Dalam pengelolaan kebersihan dan ruang terbuka hijau OPD kelurahan dan kecamatan. Setiap hari Jumat dilakukan kerja bakti rutin melibatkan OPD.

Usai pertemuan, dilakukan penyerahan cinderamata oleh Dinas Kominfo Gianyar kepada tuan rumah dari Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya. (kup)