Denpasar (Bisnis Bali) – Pengelola armada di bawah persatuan angkutan wisata Bali (Pawiba) berkomitmen mematuhi surat keputusan bersama DPD ASITA Bali, DPD HPI Bali, dan Pawiba. Ketua Pawiba, Nyoman Sudiartha Kamis (8/11) mengatakan dengan penerapan kesepakatan bersama ini diharapkan dapat menghapus praktik zero dollar fee .

Pengelola angkutan wisata di Bali sangat dirugikan dengan adanya penawaran paket wisata murah di Pasar Cina.  Ini secara tidak langsung memunculkan praktik zero tour fee.

Penawaran paket wisata murah di pasar Cina berdampak pada permintaan angkutan bus angkutan wisata. Anggota Pawiba terus ditekan untuk menawarkan bus angkutan wisata jauh lebih murah dari kesepakatan harga pasar yang telah disepakati Pawiba dengan ASITA.

Dengan penawaran paket wisata murah akan memicu persaingan tidak sehat. Ini tentu merugikan anggota Pawiba karena makin sulit meremajakan armada angkutan wisata.  Penawaran paket wisata murah mendorong pengusaha angkutan wisata Bali mengoperasikan armada berumur tua. Ini akan berimbas pada penurunan kualitas layanan kepada wisatawan.

Ia meyakinkan Pawiba bersepakat dengan ASITA dan HPI untuk memperbaiki kondisi pariwisata khususnya market Cina dengan konsep zero dollar feenya.

Permasalahan sopir terima komisi itu memang sudah sewajarnya dan bagian dari kualitas layanan yang diberikan kepada pelangan atau konsumen. “Komisi untuk sopir sudah berlangsung dari dulu untuk semua market pariwisata,” ucap Pria yang akrab disapa Nyoman Gading.

Nyoman Sudiartha menambahkan Pawiba meyakinkan toko tidak berizin dan toko berizin melaksankan bisnis tidak sehat yang memicu praktik zero dollar fee di Pasar Cina. Anggota pawiba juga bersepakat untuk tidak melayani permintaan travel agen guna mengantarkan tamunya ke toko-toko yang sedang bermasalah tersebut. (kup)