IHSG Terdorong Menguatnya Rupiah

Mangupura (Bisnis Bali) – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi kian menguat seiring menguatnya nilai tukar rupiah dan stabilnya kondisi perekonomian. Saham-saham perbankan, perusahaan telekomunikasi, media, tambang dan lainnya masih potensial tumbuh.

“Kendati demikian pergerakan IHSG ini ke depannya masih dibayangi rencana The Fed yang akan menaikkan suku bunga acuannya,” kata analisis pasar saham salah satu sekuritas, Arianta di Jimbaran, Kamis (8/11).

Potensi pergerakkan IHSG lebih baik terlihat dari kondisi transaksi emiten yang membaik pula. Prediksi sementara IHSG akan berada di zona hijau di kisaran 5.960. Kondisi yang terjadi tersebut diprediksi membuat pasar menyambut positif. Terlihat dari respon positif investor terhadap kinerja emiten.

 “Tren IHSG akan cenderung menguat seiring respon positif investor,” ujarnya.

Penguatan nilai rupiah, diakui sangat berperan terhadap kondisi IHSG. Nilai tukar rupiah yang terus menguat ke arah Rp 14.590 per dolar AS meninggalkan kondisi terparah Rp 15.000 per dolar AS membawa pengaruh positif semua transaksi. Saham-saham yang menjadi rekomendasi mulai milik BNI, BRI, BCA hingga perusahaan yang bergerak dalam industri media berbasis konten.

Hal sama diterangkan analisis sekuritas lainnya. Bayudi. Kata dia, pergerakan IHSG pada perdagangan pagi masih dibuka cerah dan berpotensi ke zona hijau 5.821-6.088. Kini, bagaimana kondisi pasar baik itu global dan domestik, termasuk minat investornya.

“Secara keseluruhan membaiknya kondisi ekonomi sangat mendukung penguatan indeks, meski rupiah juga ikut mendukung. Semoga stabilnya nilai tukar dapat dijaga untuk terus menopang laju IHSG, mengingat rupiah sempat turun,” ucapnya.

Harapan kini penguatan rupiah terus terjadi seiring data ekonomi yang positif, termasuk didukung oleh lelang surat utang pemerintah serta kembali masuknya investor asing ke pasar saham domestik. Positifnya IHSG pun bisa sejajar dengan indeks di kawasan Asia seperti Nikkei, Shanghai maupun Hangseng. (dik)