Wisman Asal Tiongkok Dominasi Kunjungan ke Bali

Denpasar (Bisnis Bali) – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali tercatat mencapai 555.903 kunjungan pada September 2018. Dari jumlah tersebut asal wisman yang tercatat paling banyak datang ke pulau dewata adalah dengan kebangsaan Tiongkok dengan capaian 22,91 persen.

Kepala BPS Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Selasa (6/11) mengungkapkan, angka kunjungan ini secara keseluruhan turun 3,11 persen dibandingkan dengan catatan Agustus 2018 (m to m). Jika dibandingkan dengan September 2017 (y on y) jumlah kunjungan wisman mengalami peningkatan 0,98 persen.

“Pada September 2018, sebagian besar wisman ke Bali datang melalui bandara, yaitu 555.888 kunjungan, sedangkan yang datang melalui pelabuhan laut hanya 15 kunjungan,” tuturnya.

Selain itu, asal wisman juga ada dari Australia 19,93 persen, Jepang 4,94 persen, Inggris 4,90 persen, Jerman 4,45 persen, India 4,13 persen, Perancis 3,78 persen, Amerika Serikat 3,46 persen, Malaysia 3,28 persen, dan New Zealand 2,39 persen.

Dibandingkan dengan Agustus 2018 (m to m), dari sepuluh negara dengan jumlah wisman terbanyak, penurunan jumlah wisman yang cukup dalam berasal dari Perancis mencapai 35,30 persen. Selain itu, disusul wisman dari Jepang yang mengalami penurunan 15,81 persen. Di sisi lain katanya, wisman yang berasal dari Malaysia mengalami peningkatan 40,60 persen.

“Jika dibandingkan  September 2017 (y on y), negara utama asal wisman mengalami penurunan jumlah wisman terdalam yaitu dari Jepang 11,85 persen,” ujarnya.

Sementara itu, secara kumulatif pada periode Januari – September 2018, wisman yang datang langsung ke Bali tercatat mencapai 4.647.040 orang, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (y on y) yang tercatat mencapai 4.608.980 orang atau naik 2,00 persen. Negara yang mengalami peningkatan jumlah wisman terbesar pada periode Januari – September 2018 berasal dari India, yaitu tercatat 33,42 persen.

“Secara komulatif penurunan jumlah wisman terendah pada periode ini berasal dari Korea Selatan mencapai 26,73 persen,” tadasnya. (man)