Triwulan IV, Konsumen masih yakin Kondisi Ekonomi Membaik

Denpasar (Bisnis Bali) – Triwulan IV 2018, konsumen di Bali masih cukup yakin bahwa kondisi ekonomi mereka akan lebih baik dibanding dengan keadaan triwulan III 2018. BPS Bali mencatat indeks tendensi konsumen( ITK) diperkirakan masih berada pada level nyaman atau optimis (nilai > 100) dengan indeks tercatat mencapai 103,76.

“Peningkatan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan mendatang, utamanya didorong oleh peningkatan pendapatan yang berada dalam level nyaman,” tutur Kepala BPS Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Selasa (6/11).

Prediksinya, pendapatan konsumen mendatang masih diperkirakan akan meningkat atau dengan indeks 115,51. Sayangnya, meski pendapatan diperkirakan meningkat, keyakinan tersebut ternyata tidak serta merta mendorong peningkatan pada sisi konsumsi. Sebab, perkiraan rencana pembelian barang tahan lama (PBTL) oleh konsumen akan menurun atau indeks komponen pembelian barang tahan lama hanya mencapai 83,16.

Jelas Adi, posisi level nyaman atau optimis pada triwulan IV 2018 ini, juga berlaku sama pada triwulan sebelumnya tahun yang sama. Katanya, triwulan III lalu level ITK tergolong nyaman dengan didorong oleh membaiknya seluruh komponen. Yakni, tercermin dari capaian seluruh indeks komponen yang berada di atas 100.

“Meskipun turun cukup dalam 23,72 poin dibanding triwulan sebelumnya yang tercatat 126,7, komponen pendapatan rumah tangga pada triwulan III 2018 masih bisa bertahan pada level nyaman dengan indek tercatat 102,98,” ujarnya.

Sambungnya, kondisi optimis atau nyaman ini tidak lepas dari adanya insentif pada pendapatan berupa gaji ke 13 untuk PNS serta tunjangan hari raya (THR) di sejumlah perusahaan pada triwulan III lalu. Selain itu, pada triwulan III juga merupakan puncak kunjungan wisatawan ke Bali (high season), sehingga mampu menahan sisi pendapatan pada posisi nyaman.

Sementara itu, secara nasional ITK Bali berada di atas ITK nasional. ITK Nasional pada triwulan III 2018 tercatat mencapai 101,23 atau masih berada pada level nyaman. Dari sisi peringkat, ITKB Bali menduduki peringkat 5 tertinggi dari 33 provinsi di Indonesia. ITK tertinggi tercatat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan indeks 113,64. Sementara itu, untuk ITK terendah tercatat di Provinsi Sumatera Barat 95,39.

Paparnya, lingkup yang lebih kecil yaitu Regional Jabalnusra (Jawa, Bali dan Nusa Tenggara), ITK Bali berada pada peringkat 3 tertinggi di bawah Provinsi NTT dan Banten. Dari 9 provinsi pada Regional Jabalnusra, sebagian besar masyarakatnya merasa kondisi perekonomian tengah membaik. ITK pada 6 provinsi di kawasan Jablnusra tercatat berada di atas 100.

“Hanya tiga provinsi yang persepsi masyarakatnya pesimis terhadap perbaikan kondisi ekonominya. ITK Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai yang terendah dengan indeks 97,93,” tandasnya. (man)