Produsen Kosmetik Bali Dituntut Inovatif

Denpasar (Bisnis Bali) – Peluang pasar produk kosmetik kian terbuka seiring kebutuhan konsumen yang pesat. Menyikapi persaingan produsen kosmetik lokal dituntut inovatif dan meningkatkan kualitas produk guna menjaga kepercayaan pasar. Demikian Wayan Sudarwati, dari Rivera Kosmetik, baru-baru ini.

Kosmetik saat ini merupakan kebutuhan pokok khususnya bagi kaum hawa. Dengan tersedianya produk kosmetik yang bermutu di pasaran, bukan saja meningkatkan kepercayaan pasar untuk membelinya, timbal-baliknya juga positif bagi produsen dengan tercapainya target penjualan.

Karena itu inovasi produsen produk kosmetik guna menghadirkan produk yang beragam jenis, manfaat, dan harga yang relatif terjangkau tentu jadi harapan konsumen. Mulai dari kosmetik perawatan kuku, tubuh, wajah, hingga rambut, semuanya merupakan kebutuhan sehari – hari kaum wanita khususnya.

Bagaimana meningkatkan volume belanja kosmetik, itu yang penting sehingga perusahaan mampu meningkatkan keuntungan usaha. Karena itu produk kosmetik yang bersifat nyata perlu didukung promosi langsung, lewat demo – demo pemakaian kosmetik oleh model beserta hasilnya sehingga kepercayaan konsumen menggunakan satu atau beberapa jenis produk kosmetik makin meningkat.

Kini konsumen sudah sangat selektif memilih kosmetik. Kecenderungan kini produk herbal yang dicari konsumen karena tanpa efek samping. Ini tantangan pula bagi produsen sehingga mampu menyediakan kosmetik herbal yang memanfaatkan berbagai hasil tumbuhan atau tanaman herbal sebagai bahan baku membuat kosmetik dan teruji klinis tentunya. Ini positif akan meningkatkan daya tarik produk kosmetik Bali khususnya yang memang cukup banyak menggunakan bahan – bahan alami.

Sebelumnya, Wayan Sukhana, dari Bali Tangi, yang juga memproduksi kosmetik herbal menyampaikan, peluang pasar produk kosmetik herbal terbuka tak hanya di pasar dalam tapi juga luar negeri. Hanya sedikit usaha kosmetik Bali yang andil dalam mengisi peluang itu. Karena itu meningkatkan kewirausahaan di bidang usaha ini, dia mengajak masyarakat Bali untuk turut ambil bagian di bisnis ini, karena potensi bahan baku, dan SDM Bali dapat diandalkan.

Menurutnya, inovasi SDM Bali khususnya  mesti ditumbuhkan terus  untuk mampu memproduksi produk kosmetik bermutu. Demikian pasokan bahan baku yang bersinergi dengan para petani di desa – desa, peralatan produksi yang canggih dan memenuhi standar kualitas yang ditentukan dengan begitu industri kosmetik Bali akan makin mampu meningkatkan daya saing. Menyikapi dampak persaingan dengan adanya isu peredaran kosmetik palsu dan berbahaya marak di pasaran, baginya kini masyarakat sudah makin selektif. Belilah kosmetik yang asli di konter resmi, dengan memperhatikan unsur legalitas pada kemasan, juga khasiatnya serta harganya yang wajar. Dengan selektivitas konsumen yang tinggi diyakini kosmetik ilegal takkan punya tempat di pasaran. Terkait terbukanya peluang pasar kosmetik kini dan ke depan itu karena kosmetik sudah menjadi kebutuhan sebagian orang baik wanita maupun pria di dalam maupun luar negeri. Meningkatkan kualitas kosmetik Bali juga berorientasi meninggikan daya saingnya di pasar ekspor.

Plt Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali Anak Agung Ngurah Agung Agra Putra,  penjualan kosmetik maupun wangi-wangian di toko eceran Bali masih didominasi produk dalam negeri. Pengusaha ritel di Bali lebih memilih menjual produk kosmetik maupun wangi-wangian dari dalam negeri lantaran sudah tergistrasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menurutnya, lebih aman menjual produk yang sudah teregistrasi. Kemungkinan produk kosmetik maupun wangi-wangian yang diimpor didatangkan dari transaksi jual beli online. Di sisi lain, ekspor produk kosmetik yang sama dari Bali juga sebenarnya terhitung tinggi. Pada Mei 2018, ekspor produk ini meningkat 614 persen dengan nilai 372.167 dolar. (gun)