Kontribusi Penjualan Matik “Second” masih Berpeluang

Mangupura (Bisnis Bali) – Kontribusi motor matik dalam penjualaan motor bekas masih sangat besar jelang momen akhir tahun ini. Kendati tidak ditarget tinggi, penjualan motor matik diyakini dapat tumbuh hingga 10 persen.

Pengelola motor bekas di Raya Kuta, Wawan Wiradi mengatakan, penjualan motor bekas masuk November dan menjelang persiapan akhir tahun sampai saat ini tergolong cukup berat. Alasannya, main diler masih gencar promo motor baru hingga akhir tahun. Sisi lain cuaca kurang mendukung di mana masuk musim hujan, sehingga aktivitas pembelian masyarakat ikut lesu.

Masyarakat juga banyak melakukan aksi menunggu perubahan harga menjelang awal tahun baru sehingga tidak banyak ada transaksi.

 “Alasan inilah transaksi dua bulan jelang akhir tahun, sebagian besar pelaku usaha penjualan otomotif  second tidak mematok target penjualan tinggi. Penjualan sepeda motor diserahkan ke kondisi pasar,” katanya.

Ia mengatakan, kondisi pasar saat ini masih tertuju pada permintaan motor matik. Sejak awal tahun, berbagai jenis merek motor matik masih bergairah dari segi penjualan. Pasar sepeda motor khususnya matik masih bisa dijadikan andalan sebagai sarana bisnis. Minat masyarakat terhadap motor matik masih tinggi sehingga peluang pasar masih prospektif. Perputaran motor matik masih lancar sampai saat ini. Karena itu, bisnis motor bekas tetap mengandalkan produk matik tahun terbaru

“Untuk target kami optimis bisa menjual motor matik lebih dari 10 unit per bulan. Jumlah ini tergolong normal. Di atas 25 unit perbulan baru tergolong tinggi,” ujarnya.

Bisnis pasar matik bisa berikan berkah dengan terus munculnya varian-varian matik terbaru di pasaran otomotif. Terutama segmen market menengah-bawah yang tidak mampu menjangkau harga sepeda motor baru yang ditawarkan di atas Rp 18 jutaan. Harga motor matik bekas tahun terbaru rata-rata di bawah Rp 12 jutaan.

Hal serupa disampaikan pengelola motor bekas lainya, Agus Gunawan. Dalam dua bulan terakhir setidaknya penjualan motor bekas tipe matik masih normal dan masih bisa diandalkan. “Kondisi ekonomi memang belum pulih. Apapun pasti terpengaruh tak terkecuali untuk motor bekas,” katanya.

Untuk transaksi dua bulan jelang akhir tahun, ia masih menaruh keyakinan pasar motor bekas masih berpeluang di kisaran 10-15 persen atau ada tambahan penjualan kisaran 2-3 unit motor

“Pangsa pasar Bali sangat luas tidak hanya masyarakat lokal. Jelang akhir tahun banyak pula masyarakat perantauan luar Bali yang potensial membeli motor bekas,” ucapnya. (dik)