Gianyar (Bisnis Bali) – Dalam kondisi perlambatan ekonomi, bank perkreditan rakyat (BPR) diharapkan menjadi tahan banting. Ketua DPK Perbarindo Gianyar, Made Suarja Rabu (7/11) mengatakan BPR diharapkan tetap fokus menggarap pasar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Diungkapkannya, perkembangan sektor perbankan sangat berpengaruh dengan kebijakan pemerintah. Pemerintah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota diharapkan bisa terus menggerakkan sektor UMKM.

Direktur BPR Udary ini menjelaskan, dalam kondisi ekonomi melambat BPR dituntut bertahan jika memungkinkan BPR bisa bertahan dan tumbuh. Dalam melakukan ekspansi kredit, BPR mesti menggarap pasar yang betul-betul teruji. Ia meyakinkan BPR mesti kembali menggarap UMKM. Pasar UMKM tetap eksis walaupun ekonomi menurun. ” BPR mesti fokus garap sektor UMKM,” ucapnya.

Direktur Utama BPT Tish, Ketut Kadi mengatakan kondisi ekonomi terlihat melambat sehingga BPR mesti fokus menggarap sektor usaha mikrio kecil dan menengah (UMKM). Permasalahan perlambatan ekonomi diikuti dengan peningkatan kredit bermasalah (NPL).

Wakil Ketua DPK  Perbarindo Gianyar, mengungkapkan, di tengah peningkatan angka NPL, BPR mesti berupaya melakukan pembinaan kepada nasabah untuk menyelesaikan kredit bermasalah. Ia menjelaskan penyelesaian NPL ini lebih banyak menggunakan pendekatan kekeluargaan. Pendekatan personal dengan debitur terbukti memberikan pemecahan dalam upaya menekan NPL.

Menurutnya, untuk memperkecil angka NPL BPR harus tetap melakukan ekspansi kredit. Di satu sisi permasakahan NPL diselesaikan dengan baik, di sisi lain BPR harus gencar menyalurkan kredit.  Ketut Kadi menambahkan di tengah perlambatan BPR tetap selektif menyalurkan kredit. Penyaluran kredit tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Penyaluran kredit lebih fokus menyasar sektor UMKM. (kup)