Bank masih Antusias Biayai UMKM Pariwisata

Mangupura (Bisnis Bali) – Perbankan tetap antuasias memperluas cakupan pasar mengarah ke pembiayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM)  di sektor pariwisata selain perdagangan. Ini dalam upaya mendekatkan perbankan ke berbagai sektor.

Pemerhati perbankan Kusumayani, M.M. di Kuta, Rabu (7/11) mengatakan, setelah ajang AM IMF-WB 2018, industri pariwisata Bali mengalami perkembangan yang positif. Itu ditandai dengan makin banyak kegiatan MICE digelar di Bali dan potensi perkembangan pariwisata di Pulau Dewata akan kian membaik.

“Ini tentu menjadi peluang bagi bank di daerah ini untuk menyalurkan kredit di sektor pariwisata maupun usaha ikutannya,” katanya.

Potensi pertumbuhan kredit masih potensial di sektor pariwisata dengan kisaran di atas Rp500 juta. Kendati demikian bank tetap harus hati-hati dalam penyaluran kredit.

Sebelumnya Kepala KPw BI Bali Causa Iman Karana menerangkan bank sentral mendorong perbankan meningkatkan pelayanan ke berbagai sektor agar mendongkrak inklusi keuangan masyarakat. Harapannya pendataan perkembangan ekonomi suatu daerah bisa lebih mudah dilakukan dari pada berbasis tunai.

“Dengan menyasar pariwisata, kehadiran bank akan mempermudah wisatawan dan masyarakat yang membutuhkan layanan bank sehingga menjangkau masyarakat dan inklusi keuangan menjadi naik,” katanya.

Menurutnya, kenapa layanan perbankan itu penting agar tracking data terhadap perkembangan perekonomi suatu daerah itu akan lebih mudah dilakukan daripada basisnya hanya tunai. Manajer Kredit salah satu bank umum swasta, Yuliani mengatakan, untuk segmen pasar Bali, pariwisata merupakan penyumbang pertumbuhan kredit. Bank terus meningkatkan porsi kredit di bidang pariwisata.

“Syaratnya mereka harus ada di destinasi wisata,” ucapnya.

Ia pun mengakui kawasan Kuta, Nusa Dua selain merupakan salah satu pusat industri pariwisata di Badung, masyarakatnya banyak juga melakukan aktivitas perdagangan. Itu berarti keberadaan bank bisa membantu pembiayaan perdagangan.

“Jual beli valas juga bisa tetapi dalam bentuk tabungan valas bukan seperti money changer,” ujarnya.

Dia berharap dengan menyasar perdagangan dan UMKM di kawasan pariwisata juga bisa meningkatkan pertumbuhan kredit. (dik)