Mangupura (Bisnis Bali) – Wisatawan yang berkunjung ke Bali tak hanya untuk berlibur tapi juga untuk berbisnis. Ketua Dewan Pembina Apindo Bali, Panudiana Kuhn, Selasa (6/11) berharap sektor pariwisata berkontribusi genjot ekspor produk UKM di Bali.

Wisatawan berkali-kali berlibur ke Bali karena tertarik budaya Bali. Mereka juga tertarik untuk membeli hasil kerajinan di Bali. Produk industri kerajinan Bali tentu memiliki kualitas ekspor. Selain sebagai oleh-oleh untuk wisatawan,  produk kerajinan di Bali siap, dan layak diekspor.

Sektor pariwisata memiliki peran penting untuk memperkenalkan produk industri kerajinan di Bali ke negara pasar. Melalui perantara wisatawan produk kerajinan dan industri di Bali diekspor ke luar negeri. Produk industri kerajinan di Bali mencakup produk hendicraf, patung dan kerajinan tangan. Ini termasuk produk garmen yang sudah menembus pasar ekspor.

Menurutnya, wisatawan yang menjadi pelaku ekspor bisa berinvestasi di Bali. Mereka bisa membuat usaha industri kerajinan sesuai kebutuhan pasar. Panudiana Kuhn menambahkan usaha kerajinan yang dimiliki orang asing ini wajib mengantongi perizinan. ” Selain menggeliatkan ekspor, industri kerajinan dan garmen akan membuka lapangan pekerjaan,” tambahnya. (kup)