Pergub Tingkatkan Penjualan Busana Adat

Denpasar (Bisnis Bali) – Penetapan Kamis sebagai hari berbusana adat, ternyata mampu menggerakkan perekonomian Bali. Para produsen busana adat merasakan peningkatan omzet hingga 100% ketika kebijakan tersebut ditetapkan.  Busana adat yang paling banyak dicari menurut Eka Wati penjual busana adat di jalan Raya Sesetan, adalah busana anak – anak.

“Sebenarnya hampir semua usia mengalami peningkatan permintaan. Mulai orang dewasa hingga busana untuk anak SD baik itu pria dan wanita,” tuturnya Selasa (6/11) di Denpasar.

Untuk wanita, semua busana jadi yang dicari konsumen. Mulai dari kamben dan kebaya jadi, karena lebih praktis digunakan. “Ada banyak sekali model busana jadi yang kami tawarkan. Mau yang berlengan panjang atau pendek dengan desain terbaru, termasuk untuk couple ibu dan anak,” ungkapnya.

Untuk busana pria ia mengaku lebih sedikit disediakan. “Model busana pria memang lebih sedikit. Tapi kami tetap sediakan baju putih berlengan panjang dan pendek, kamben dan kampuh,” katanya.

Kalau untuk anak – anak ditawarkan busana adat satu set, mulai dari destar, baju, dan kamben jadi. “Karena anak – anak terutama yang masih TK sampai SD kelas 2 pasti memilih kamben jadi, supaya bisa bergerak bebas. Kalau kamben biasa, kadang suka lepas dan anak – anak bingung tidak bisa memakai lagi,” katanya.

Terkait harga ia mengaku tidak ada peningkatan, meski permintaan mengalami lonjakan. “Kami tidak menaikkan harga, karena tahu orang tua pengeluaran dana lebih. Yang penting bagi kami, pelanggan puas dan kami tetap mendapatkan peningkatan omzet,” pungkasnya. (pur)