Singaraja (Bisnis Bali) – Anggur Syrah atau Shiraz merupakan komoditi anggur yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan wine. Anggur Syrah yang dibudidayakan di Desa Sanggalangit Kecamatan Gerokgak Buleleng ini akhirnya memasuki masa panen dimana ini merupakan panen perdana setelah 3 tahun diadakan penelitian.

Jenis anggur ini diklaim memiliki kualitas tinggi untuk bahan  baku wine. Kini Desa Sanggalangit menjadi lokasi sejarah baru keberhasilan pembudidayaan bahan baku wine yang benihnya langsung didatangkan dari Australia.

Produsen wine di Bali Hatten Wines ida Bagus Rai Budarsa mengatakan sebelumnya produksi wine masih menggunakan anggur hitam lokal atau french table grapes dan anggur putih lokal belgia serta probolinggo biru. Dan kini Hatten Wines telah merilis berbagai macam wine baik white wine, red wine, sparkling wine hingga dessert wine. Namun untuk anggur syrah ini pada nantinya juga akan menjadi bahan baku pembuatan wine.

Untuk pengembangan bibit anggur syrah saat ini menggunakan sistem pagar, berbeda dengan yang dilakukan di Australia dengan menggunakan sistem jaring untuk menangkal hama burung. Sementara wine maker James Kalleske mengatakan setelah beberapa tahun tim melakukan riset dan pengembangan akhirnya anggur dengan kualitas tinggi bisa dihasikan dan di panen di buleleng untuk bahan baku wine.

Sementara itu James kalleske menambahkan anggur jenis syrah adalah nama untuk menggambarkan buah anggur yang sama dari tanaman yang sama hanya saja budidayanya yang dilakukan berbeda dibandingkan dari tempat asalnya. Secara tradisional nama syrah digunakan untuk menggambarkan tipe wine yang dibuat dari anggur shiraz yang menunjukkan karakter finnesse and a lightse body dalam wine-nya. (ira)