Kemampuan Menjual Produk, Tentukan Kesuksesan Wirausaha

ILMU paling mendasar dalam dunia bisnis maupun wirausaha adalah sales atau penjualan. Seberapa hebat pun seorang pebisnis di bidang tertentu, jika ide tersebut, baik itu berupa produk atau jasa tapi tidak terjual maka tinggal menghitung hari bisnis tersebut bertahan. Demikian praktisi ekonomi dan wirausaha, Gede Semadi Putra, Senin (5/11).

Kalau dilihat dari laporan laba rugi secara akunting, posisi penjualan itu tempatnya paling atas setelah itu HPP, setelah itu baru biaya. Jika demikian seorang akunting pun tahu, pebisnis mesti melakukan penjualan supaya bisa memperoleh keuntungan.

Dengan demikian tentu ilmu mendasar seorang pebisnis mesti bisa menjual dirinya sendiri (dalam arti positif). ” Contoh simpel yang saya maksud adalah pebisnis mesti bisa meyakinkan kerabat terdekat bahwa bisnis tersebut feasible, tentu di sini yang dinilai adalah pebisnis itu sendiri, seberapa passionate pebisnis tersebut dalam mengajukan ide tersebut, mampukah pebisnis meraih hati orang terdekatnya. Setelah itu mesti naik level dengan meyakinkan orang di luar kerabat terdekatnya, misal pemodal (bank/perorangan) dan calon konsumen,” paparnya.

Seorang pebisnis juga biasanya punya karakter dan ciri khas tersendiri dalam menjalankan bisnisnya. Karena masuk ke dunia bisnis merupakan one small step menuju sebuah dunia yang unpredictable. Tak ada seorang pebisnis pun yang benar-benar mampu memprediksi masa depan, kalau pun ada mungkin dia jadi paranormal saja. Namun pebisnis tulen pasti tahan banting, dan dalam prosesnya terjadilah pembetukan karakter.

Ada yang suka nekat terobos dulu baru berpikir kemudian, ada yang berpikir sedikit lalu jalan, ada yang mikirnya lama baru ambil keputusan. Semua tipe bisa dilalui karena dalam bisnis tidak ada benar dan salah tapi trial and error. Hanya waktu yang menentukan keputusan pebisnis tersebut benar atau salah.

Setiap pebisnis punya pola berbeda-beda dengan tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan, sehingga dapat digunakan untuk berinvestasi lebih banyak, mengembangkan bisnis, mencari nama besar, berdema lebih banyak, dan tujuan lainnya. Begitu pula dalam hal pemasaran, ada yang suka hard selling (lebih to the point) ada yang suka soft selling (lebih persuasif). Promosi tidak akan membuat pebisnis rugi.

Promosi adalah investasi yang dapat membuat produk/jasa/brand bisnis kita semakin dikenal di masyarakat. Yang buat pebisnis rugi adalah ketika tidak terjadi penjualan terhadap produk / jasa nya.

Pengurus Kadin Buleleng, yang juga seorang entrepreneur muda, Ni Luh Gede Artiningsih, menyampaikan promosi memegang peran vital dalam berbisnis. Betapapun hebatnya inovasi produk yang dihasilkan pebisnis jika kemampuan promosi maupun pemasaran lebih tentu sia – sia. Inovasi, produksi, dan promosi adalah paket tak terpisahkan untuk mencapai keuntungan dalam berbisnis. Dia mencontohkan berbagai produk UKM Bali, salah satunya produk fashion seperti, endekĀ  dan songket Bali, perhiasan, dan lainnya memiliki keunggulan tersendiri. Namun ketika promosinya terbatas maka akan sulit dijual. Itulah kenapa promosi baik langsung dengan ikut pameran dan melalui media online sama – sama penting untuk mencapai tujuan berbisnis. (gun)