Istri Saraswati Dewi, Jadilah Konsumen yang Cerdas

MERAWAT kulit wajah agar tampak bersih dan cantik alami, menurut Istri Saraswati Dewi, sebenarnya hanya membutuhkan perlakuan perawatan yang sederhana. Bahkan, hanya dibutuhkan tiga langkah untuk itu.

“Dalam hal perawatan wajah jadilah konsumen yang cerdas, jangan mudah termakan iklan dan hoax dengan iming-iming bisa mempercantik wajah, padahal sebenarnya itu juga tidak sepenuhnya terbukti benar,” tutur Istri Saraswati Dewi, yang merupakan salah satu pakar kecantikan kulit.

Semua paham kulit wajah yang sehat adalah suatu aset yang penting bagi perempuan, selain dari fashion. Sayangnya, selama ini masih ada kekeliruan dikalangan konsumen yang berpikiran bahwa kualit wajah yang sehat adalah kulit yang berwarna putih bersih.

“Pemikiran konsumen tersebut juga dipicu oleh banyaknya artis di TV yang rata-rata memiliki kulit wajah yang berwarna putih, sehingga konsumen banyak yang terobsesi untuk memiliki warna kulit yang sama. Yakni, putih,” tuturnya.

Jelas Istri Saraswati Dewi saat menjadi pembicara diajang Workshop Bisnis Bali yang mengambil tema “Tata Kecantikan, Tengkuluk Lelunakan, Pusung Tagel dan Berwiraswasta, warna kulit putih tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya dihasilkan dari pengggunaan kosmetik atau obat perawatan wajah. Katanya, warna kulit ini lebih disebabkan diantaranya oleh faktor genetika, pekerjaan.

“Terpenting sebenarnya, untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat, kita hanya bisa mengoptimalkan warna kulit. Jangan minta agar memiliki warna kulit sama seperti si A, B atau si C. Sebab ginetiknya berbeda atau orang tuanya berbeda, dan mungkin juga pekerjaannya berbeda, ada yang bekerja di luar ruangan ada yang berkera di dalam ruangan (pekerja kantoran),” paparnya.

Sambungnya, cara mengoptimalkan kesehatan kulit wajah ini, terangnya hanya membutuhkan perlakuan yang sederhana. Yakni, hanya tiga langkah perawatan. Pertama, rajinlah membersihkan wajah, langkah ke dua adalah menjaga melembaban wajah, dan langkah terakhir dengan melindungi wajah dari sinar matahari.

“Bila ada yang menyebutkan ada 10 langkah dalam merawat kulit wajah, bisa dibilang itu adalah untuk kepentingan berdagang. Apalagi jika ada orang menyatakan 20 langkah perawatan wajah, itu malah lebih berdagang lagi,” tegasnya.

Bercermin dari itu, jadilah konsumen yang cerdas tidak termakan iklan dan tidak termakan hoaxs. Selain itu, perlu adanya kehati-hatian dalam pemeilihan kosmetik atau membeli produk dengan hanya membeli ditempat distributor resmi. Sebab sekarang ini banyak sekali barang yang beredar dipasaran nampaknya saja asli, namun sebenarnya itu adalah barang palsu, sehingga riskan merugikan konsumen. (man)