Mangupura (Bisnis Bali) – Budidaya markisa memiliki prospek yang cukup bagus, karena harga jual buah markisa tergolong mahal mulai Rp45 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram. Buah markisa banyak yang menyukainya. Markisa memiliki banyak kandungan gizi dan juga manfaat yang cukup banyak.

Karena termasuk tanaman subtropis, apabila tanaman markisa di tanam di Indonesia maka harus di tanam pada daerah yang memiliki ketinggian sekitar 800 mdpl hingga 1500 mdpl. Namun menurut Komang Astika, penjual bibit tanaman di jalan Raya Munggu – Tanah Lot, belakangan ada jenis markisa yang bisa di tanam di dataran rendah.

Tanah yang baik untuk menanam tanaman markisa adalah tanah yang gembur serta mengandung cukup banyak bahan organik dengan pH sekitar 6,5 hingga 7,5 dan memiliki drainase yang baik. “Tanaman markisa yang umum dibudidayakan adalah jenis markisa ungu (passiflora edulis). Tapi jenis ini memiliki batang yang kecil, perakaran yang dangkal dan tidak tahan terhadap nematoda,” ungkapnya Minggu (4/11).

Selain itu jenis markisa kuning (passiflora flavicarva) juga banyak dibudidayakan. Jenis ini memiliki batang yang agak besar, memiliki perakaran yang dalam, tahan terhadap nematoda, namun buahnya memiliki rasa yang lebih asam dan sari buahnya lebih sedikit jadi kurang disukai.

“Makanya belakangan pembibitan tanaman markisa, dikembangkan dengan teknik sambung antara markisa ungu dan markisa kuning. Markisa ungu digunakan sebagai batang atas sedangkan markisa kuning sebagai batang bawah,” paparnya.

Sebelum mulai budidaya lahan yang akan digunakan untuk menanam diolah terlebih dahulu. Bersihan lahan dari tanah pengganggu kemudian digemburkan  hingga lahan siap tanam. Bila lahan selesai diolah, selanjutnya buatlah lubang tanam dengan ukuran sekitar 50 cm x 50 cm x 50 cm. “Untuk pupuk dasar lebih baik menggunakan pupuk kandang sekitar 40 kg per lubang. Dan diamkan selama 2 Minggu,” ucapnya.

Untuk jarak tanam Markisa sebaiknya sekitar 2 meter x 5 meter. Jadi dalam 1 hektar lahan, biasanya ditamani sekitar 1.000 pohon markisa. Hal lain yang perlu disiapkan adalah tiang rambat, karena tanaman markisa merupakan tanaman merambat.

Pemupukan susulan dilakukan dengan interval 3 kali dalam setahun, sebaiknya pada November hingga Mei. Pupuk yang digunakan yaitu berupa pupuk makro seperti Urea dengan dosis masing masing sekitar 800-900 gram, 60-120 gram dan 800-1200 gram per pohon per tahun bergantung pada umur tanaman. Selain itu, lakukan pemupukan dengan pupuk organik sekitar 40 kg /pohon/tahun.

Pemeliharaan yang dilakukan secara rutin adalah penyiangan dari gulma yang tumbuh di sekitar tanaman. Selain itu lakukan penyiraman secara teratur pada tanaman, apalagi saat tanaman berbunga dan berbuah. “Pemberian air harus ditingkatkan saat mendekati pematangan buah karena apabila kekurangan air, buah yang dihasilkan akan berkerut dan rontok sebelum masak,” tandasnya.

Perawatan lainnya adalah pemangkasan yang dilakukan untuk menghasilkan tunas baru tempat dimana bunga muncul. Pemangkasan tersebut dilakukan segera setelah selei pemanenan. Untuk mengatasi hama pada markisa semprot dengan insektisida yang pemakaiannya sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

“Tanaman yang berasal dari biji akan mulai berbuah setelah berumur sekitar 9 – 10 bulan, sedangkan tanaman yang berasal dari stek akan mulai berbuah pada sekitar umur 7 bulan,” ucapnya.

Buah yang sudah matang akan berubah warna yang tadinya hijau muda akan menjadi ungu tua (edulis) atau kuning (flavicarpa). Buah akan matang sekitar 70 – 80 hari setelah masa pembungaan. Buah matang akan terlepas dari tangkainya dan jatuh ke tanah. (pur)