Mangupura (Bisnis Bali) – Potensi praktik pencucian uang masih sangat besar terjadi di bank perkreditan rakyat (BPR). Wakil Ketua DPD Perbarindo Bali, Gusti Ngurah Gede Budiawan Senin (5/11) mengatakan BPR wajib melakukan identifikasi dan verifikasi nasabah sebagai upaya Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) di Sektor Jasa Keuangan.

Diungkapkannya, dalam penerapan program APU dan PPT, BPR/BPRS wajib mengacu pada Peraturan OJK no 12/POJK.01/2017 dan Surat Edaran no 32/POJK.03/2017 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme di Sektor Jasa Keuangan.

Direktur Utama BPR Adiarta ini menjelaskan di tengah besarnya potensi penerapan praktik APU PPT, karyawan BPR mesti meningkatakan pemahaman terkait penerapan program APU PPT. ” Karyawan BPR wajib meningkatkan pemahaman terkait program APU PPT,” ucapnya.

Ia meyakini BPR wajib memahami Peraturan OJK no 12/POJK.01/2017. Dengan demikian, industri BPR mampu melakukan pencegahan terhadap praktik APU PPT. Dalam mengantisipasi praktik APU PPT, SDM BPR wajib memiliki  sistem dan prosedur yang jelas. Ini salah satunya dengan melakukan identifikasi dan verifikasi nasabah.

Selanjutnya, pendataan, pemantauan, dan pelaporan dari pejabat direksi dan dewan komisaris terkait pelaksanaan kebijakan dan prosedur penerapan program APU dan PPT, dan Pelaporan kepada PPATK. Kebijakan dan prosedur penerapan program APU dan PPT wajib dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan.

Gusti Ngurah Gede Budiawan meyakinkan pelaporan terkait perapan kebijakan dan prosedur penerapan program APU PPT guna memenuhi POJK.  Laporan pengkinian data paling lambat mesti disampaikan pada akhir Desember 2018.

Senada dikatakan Ketua DPK Perbarindo Gianyar, Made Suarja, SDM BPR harus melakukan identifikasi kepada para nasabah. Ini dalam bentuk pemeriksaan tambahan.  Suarja meyakinkan kalau menemukan transaksi yang mencurigakan wajib dilaporkan ke PPATK. Selain itu, transaksi laporan keuangan tunai juga perlu dilaporkan ke PPATK. (kup)