Usaha Pariwisata Wajib Miliki Kantong Parkir

Mangupura (Bisnis Bali) – Kemacetan di kawasan sentral pariwisata jika tak ditangani dengan baik akan menjadi momok bagi pariwisata Bali. Dewan Pembina Apindo Bali, Panudiana Kuhn, Minggu (4/11) mengatakan, usaha pariwisata wajib memiliki kantong parkir sehingga bisa menekan pemanfaatan badan jalan untuk parkir.

Ruas jalan di seputaran Kuta dan kawasan sentra pariwisata lainnya di Bali kerap kali dihadapkan dengan masalah kemacetan . Ini sering kali beri berdampak pada keterlambatan wisatawan menuju bandara maupun keterlambatan wisatawan mengunjungi objek wisata rangkaian tour.

Ia menjelaskan akses parkir di kawasan Kuta banyak memanfaatkan areal pantai. Fasilitas parkir juga memanfaatkan sebagian badan jalan sehingga mempersempit akses kendaraan yang melalui jalur Pantai Kuta.

Untuk menangani masalah kemacetan mesti merlibatkan semua pihak. Pelaku usaha pariwisata dan usaha penunjang pariwisata wajib memiliki kantong-kantong parkir. Kantong parkir ini bisa digunakan untuk menampung kendaraan karyawan perusahaan termasuk armada wisatawan selaku konsumen.

“Jangan sampai kendaraan karyawan hotel, club malam, restoran di parkir di badan jalan,” ucapnya.

Menurutnya, sulitnya mencari lahan parkir akibat mahalnya harga jual tanah. Untuk itu, pemerintah mesti mewajibkan setiap usaha pariwiaata memiliki kantong kantong parkir.  Ia meyakini permasalahan utama selama ini seluruh lahan dimanfaatkam untuk bangunan. Semestinya, lantai paling bawah dimanfaatkan sebagai parkir. Sementara lantai diatasnya dimanfaatkan usaha pariwisata.

Panudiana Kuhn menambahkan untuk kawasan yang sulit ditata pemerintah bisa memanfaatkan lahan milik masyarakat untuk disewakan sebagai kantong parkir. Pemerintah juga bisa memanfaatkan lahan milik desa adat sebagai sentral parkir atau parkir bertingkat. (kup)