JUMPA PERS - Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) didampingi Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya, Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Rektor UNHI Made Darmiyasa dam ahli Toksikologi I Made Agus Gelgel Wirasuta dalam jumpa pers kemarin.

Denpasar (Bisnis Bali) – Pengobatan tradisional (herbal) di dunia makin berkembang. Bali memilliki kekayaan intelektual usada berupa lontar, sastra dan warisan leluhur lainnya yang harus dilindungi dan dilestarikan. Karenanya Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, akan mengembangkan pengobatan komplementer dan alternatif yang merupakan kearifan lokal warisan dari leluhur.

Koster menambahkan warisan leluhur berupa Usada Bali ini perlu diberdayakan menjadi satu ekonomi yang bermanfaat untuk masyarakat. “Saya berkeinginan untuk mengembangkan industri herbal. Pertaniannya mendukung karena kita memiliki tanam-tanaman yang bermanfaat untuk pengobatan tradisional,” kata Koster.

Sebagai langkah awal pihaknya akan mengembangkan kawasan tanaman usada di Kabupaten Bangli pada 2019 mendatang. Jadi bukan menyediakan dukun seperti yang beredar di medsos.

Tim Ahli Pembangunan Provinsi Bali yang juga ahli Toksikologi I Made Agus Gelgel Wirasuta menilai, usada Bali adalah warisan leluhur yang berasal dari Ayur Weda dan pengobatan Cina. Dengan potensi yang dimilikinya, sudah banyak pihak berminat untuk mengembangkannya. Gelgel menilai sudah seharusnya Bali memanfaatkan potensi ini untuk kepentingan masyarakat Bali sendiri.

Selain mengembangkan dan melestarikan tanaman usada, Koster berencana membangun museum lontar usada, mengembangkan lembaga pendidikan tenaga kesehatan tradisional Usada dan tempat praktek yang terstandarkan.

Untuk pendidikan tenaga kesehatan ini, Rektor UNHI Made Darmiyasa mengatakan pihaknya sudah siap menyelenggarakannya.

“Tenaga kesehatan ini nantinya akan dibuatkan asosiasinya dibuatkan lembaga pendidikannya kompetensinya dibangun distandarisasi dan diregistrasi sehingga tidak terjadi malpraktek,” jelas Koster. (pur)