PDAM Tabanan Terima 250 Pengaduan perbulan

Tabanan (Bisnis Bali) – Musim kemarau jadi sandungan PDAM Tabanan dalam memberikan layanan prima air bersih ke sejumlah konsumen sekarang ini. Dampak kemarau telah membuat turunnya debit air yang jadi sumber produksi PDAM Tabanan hingga 15 persen. Akibatnya pengaduan konsumen karena tak terlayani air bersih meningkat dengan rata-rata mencapai 250 per bulan belakangan ini.

“Musim kemarau menjadikan debit air turun hingga 15 persen. Ini menyebabkan disejumlah daerah terutama yang lokasinya tinggi atau padat penduduk tidak terlayani dengan maksimal. Begitu juga untuk jam-jam tertentu air tidak lancar atau tidak mengalir,” Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Tabanab, I.B Marjaya Wirata, di Tabanan, belum lama ini.

Karena distribusi yang tidak maksimal seperti biasanya, akibatnya sepanjang musim kemarau ini jumlah keluhan tentang pelayanan dari masyarakat ke PDAM Tabanan mengalami peningkatan. Imbuhnya, sebagian besar komplain dikarenakan sejumlah konsumen tidak bisa menikmati layanan air bersih dengan lancer.

Keluhan terkait pelayanan yang diterima PDAM Tabanan selama musim kemarau ini memang meningkat, namun kondisinya tidak signifikan. Itu tercermin dari data sebelumnya rata-rata keluhan konsumen ke PDAM mencapai 214 per bulan, saat ini atau selama musim kemarau naik menjadi 250 per bulan.

Sambungnya, keluhan tersebut  ada yang dilaporkan melalui SMS ke nomor pengaduan PDAM, ada pula yang melalui media sosial. Katanya, khusus untuk menangani keluhan yang diunggah konsumen di media sosial, pihaknya telah menindaklanjuti melalui group teknisi dengan menruskan ke group dan langsung ditangani.

“Pengaduan keluhan pelayanan ini kebanyakan karena air yang tidak lancar, khususnya konsumen yang berada di daerah tinggi atau yang padat penduduk,” ujarnya.

Meski terjadi hambatan dalam pelayanan distribusi air bersih selama musim kemarau ini, ia pastikan kendala tersebut tidak terjadi dalam waktu yang lama atau hanya di bawah waktu 24 jam dari masalah tersebut terjadi. Sebab, ketika pemakaian pada jam puncak terlewati, maka air akan kembali lancar.

Sementara itu, tambahnya, selain keluhan mengenai layanan distribusi air bersih, periode sama juga menerima keluhan menyangkut jaringan yang rusak. Akuinya, kerusskan jaringan ini ada, namun jumlahnya tidak banyak dan terkait perbaikan sudah dilakukan sesuai SOP atau maksimal harus diperbaiki dua kali 24 jam. (man)