Mangupura (Bisnis Bali) – Para delegasi yang mewakili pelaku pasar modal di kawasan Asia-Pasifik, dalam forum pertemuan Asia Securities Forum (ASF) sepakat membentuk Deklarasi Bali dan berkomitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). ASF memperkirakan untuk mendukung pelaksanaan SDG’s tersebut memerlukan dana 4 hingga 5 triliun dolar AS.

Ketua Komite Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Karman Pamurahardjo di Nusa Dua mengatakan, ada 23 asosiasi perusahaan efek di kawasan Asia Pasifik yang menyepakati Bali Declaration dan masing-masing negara mendukung komitmen SDGs ini dengan menggencarkan transaksi surat utang yang berwawasan lingkungan atau green bonds.

“Setiap negara tentu akan memiliki instrumen keuangan tersendiri dengan prinsip seperti obligasi hijau, sosial dan berkelanjutan. Bentuk nyata APEI dengan mengeluarkan instrumen keuangan berupa green bond,” katanya.

Green bonds merupakan satu surat utang yang dikeluarkan oleh satu institusi atau corporate yang nantinya dananya digunakan untuk keperluan tertentu yang berhubungan dengan pelestarian alam atau yang sifatnya green. Mekanismenya perusahaan efek atau sekuritas berhubungan dengan regulator dan pihak terkait untuk mengeluarkan surat utang ini.

Menurutnya ada beberapa macam institusi yang mengeluarkan green bonds dan APEI menjembatani green bonds agar dibeli.  “Dana dari itu bisa digunakan untuk pembiayaan konservasi,” jelasnya.

Karman mengakui anggaran pelaksanaan SDG’s tersebut tidak kecil karena untuk memenuhi berbagai kepentingan seperti pelestarian alam, konservasi terumbu karang, penyediaan air berkelanjutan dan lainnya. Karenannya, sebelum memulai APEI akan mengawalinya dengan sosialisasi green bond kepada para emiten mengingat mereka juga belum terbiasa dengan green bond.

Ketua dan CEO Japan Securities Dealers Association (JSDA), Shigeharu Suzuki mengatakan, anggota ASF bertujuan bersama membangun pasar yang adil, efisien, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan dan pembangunan berkelanjutan dari Deklarasi Bali tersebut.

Harapannya bisa menanggapi dengan tepat lanskap keuangan yang berubah dinamis dan efektif serta berkontribusi pada proyek global berkelanjutan untuk menjamin ketahanan keuangan di kawasan Asia Pasifik pada tahun-tahun mendatang.

Salah satu bentuk komitmen tersebut bekerja sama dengan otoritas yang berwenang dan para pemangku kepentingan lainnya, termasuk pasar keuangan dan sekuritas yang dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan ini.

“Untuk mencapai SDGs dibutuhkan sekitar 4-5 triliun dolar per tahun di seluruh dunia. Berdasarkan hal tersebut, sebagai pelaku yang mewakili sektor keuangan dari satu kawasan yang tumbuh paling cepat di dunia diharapkan dapat memainkan peran utama memfasilitasi alokasi dana yang dibutuhkan tersebeut,” paparnya.

Ia pun merinci total green bonds yang diterbitkan secara global pada 2017 mencapai sekitar 155 miliar dolar AS, sedangkan di Jepang sendiri sudah ada 10 green bonds atau senilai 200 miliar Yen. Diharapkan dengan mengeluarkan green bonds dapat memberi manfaat terhadap pembangunan berkelanjutan. (dik)