Sate Lilit Khas Bangli, Banyak Peminat di Denpasar

Bangli (Bisnis Bali) – Bagi anda pencinta kuliner khas Bangli, selain olahan ikan mujair, kabupaten berhawa sejuk ini juga memiliki segudang kuliner dengan rasa yang enak dan mantap. Kuliner Bangli juga memiliki kekhasan sehingga mampu membuat mereka yang telah mencobanya datang dan rindu rasanya.

Salah satu kuliner khas Bangli yang banyak dicari adalah sate lilit. Berbeda dengan sate lilit Denpasar yang dominan rasa manis, sate lilit khas Bangli memiliki tekstur daging yang empuk dan dan bumbu yang pas dengan daging yang digiling halus.

Untuk anda yang berada di wilayah Denpasar dan ingin menikmati olahan sate lilit khas Bangli, bisa pesan langsung dengan menghubungi telephon 085847150977 atau melalu media on line milik Desy Kusuma Yanthi, ibu muda asal Bangli ini mengembangkan bisnis khas Bangli dengan cara on line dan siap antar.

Selain sate lilit, ibu yang akrab di sapa Gung Desy ini juga menjual ayam panggang bumbu opok khas Bangli dan juga tum ayam yang rasanya dijamin juara, untuk sate lilit ini berbahan ayam atau boleh request bahan lain seperti babi dan ikan. “Harga satu bijinya 2000 rupiah minimal order 50 biji, kita juga bisa antar sampai tujuan. Soal rasa juara dan khas Bangli,” ungkap Gung Desy.

Sate lilit khas Bangli ini terbuat dari daging yang digiling halus dicampur dengan bumbu spesial dan diadon dengan menggunakan santan kental. Rasanya memang tidak seperti sate lilit Denpasar yang cenderung manis, sehingga sate lilit Bangli ini lebih gurih dan empuk.

Setiap harinya Gung Desy bisa membuat sate lilit hingga 500 biji untuk memenuhi pesanan para langganannya di seputaran Denpasar. “Langganan ada yang dari Bangli merantau di Denpasar, kangen masakan Bangli mereka pesan di saya, selain itu juga ada dari Denpasar dan sekitarnya yang suka dengan sate khas Bangli ini,” terangnya.

Menurut Desy masyarakat tidak perlu harus datang ke Bangli untuk menikmati masakah khas Bangli yang enak dan sedikit pedas, tapi bisa mengobati rindu dengan memesan melalui dirinya. “Ya semoga bisa diterima masyarakat, apalagi menu ini bisa dibilang masakan turun temurun yang diwarisi dari orangtua,” tambahnya.  (ita)