Tawaran Menarik dari Skema PLB

Denpasar (Bisnis Bali) – Skema penyediaan bahan baku melalui Pusat Logistik Berikat (PLB) memberikan tawaran menarik bagi pelaku industri khususnya tekstil. Penyediaan bahan baku diharapkan lebih mudah dan murah, sehingga mampu menumbuhkan perekonomian Bali.

Agen Fasilitas Bea Cukai Eko Rudi Hartono, menerangkan, beberapa kemudahan yang ditawarkan PLB dibandingkan mendatangkan bahan baku dengan skema biasa yaitu barang yang masuk dalam waktu tiga (3) tahun tak kena biaya masuk, bebas pajak serta tidak ada pembatasan impor.

“Waktu tiga tahun ini cukup lama, yang tidak sampai 2 tahun bahan baku di PLB sudah habis,” ungkapnya sembari mengatakan kebutuhan bahan baku industri tekstil di Bali cukup tinggi, sehingga tak membutuhkan banyak waktu untuk menyimpan.

Di samping itu, biaya yang dikeluarkan juga lebih murah karena pengusaha sudah dapat keringanan biaya demurrage container atau biaya peti kemas. Pengusaha juga diakatakannya dapat mencicil pengambilan, sesuai kebutuhan industrinya. Ini juga bisa mempercepat akses pelaku industri dalam mendapatkan bahan baku. Ditambahkannya bahan baku yang umumnya masuk untuk di Bali sendiri yakni kebutuhan spa, benang, kain, botol, bambu dan beberapa jenis barang lainnya

Sementara itu, I Nyoman Bawa selaku Sales Manager Khrisna Logistic yang merupakan pelaku usaha PLB, mengungkapkan, melalui PLB ini, pelaku industri bisa menekan biaya logistik antara 30 sampai 50 persen. Selain itu, akses yang didapat bisa lebih cepat. “Kalau impor biasa, bisa sampai 10 hari. Kalau melalui PLB ini Cuma lima hari saja sudah bisa diambil bahan bakunya,” kata Bawa.

Diungkapkannya, sejak di launching 2017 lalu, pelaku IKM di Bali yang memakai jasa layanan ini sudah mencapai 30 pelaku usaha. Dalam satu bulan bahan baku impor yang masuk ke Bali sekitar 30 ton lewat jasa pesawat sedangkan lewat laut sampai 30 kontainer. “kalau biaya logistik murah, daya saing akan meningkat jadi lebih bagus,” tuturnya.  (wid)