Penurunan Harga Bahan Makanan Sumbang Deflasi di Denpasar

Denpasar (Bisnis Bali) – Oktober 2018 BPS Bali mencatat Denpasar alami deflasi 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK 2012=100) mencapai 130,05. Pencapaian deflasi salah satunya disumbang dari penurunan harga dari kelompok bahan makanan yang mencapai 0,87 persen pada periode sama.

Kepala BPS Bali, Adi Nugroho, di Denpasar, Kamis (1/11) mengungkapkan, Oktober 2018 lalu ada tiga kelompok pengeluaran yang tercatat mengalami deflasi. Yakni, selain kelompok bahan makanan, deflasi juga disumbang oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mencapai 0,14 persen, serta kelompok kesehatan 0,93 persen. Sementara sisanya mengalami inflasi yang terdiri dari kelompok sandang 0,73 persen, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,52 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,14 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,06 persen.

“Komoditas yang tercatat memberikan andil deflasi antara lain daging ayam ras, beras, bawang merah, semangka, bahan bakar rumahtangga, semen, serta hand body lotion,” paparnya.

Jelas Adi, khusus deflasi pada kelompok  bahan  makanan  tercatat  didorong  oleh  deflasi  pada  tujuh subkelompok  pengeluaran. Yakni, subkelompok daging dan hasil-hasilnya mencapai 4,30 persen, subkelompok ikan segar 2,91 persen, subkelompok padi-padian, umbi-umbian, dan hasilnya 0,83  persen, subkelompok sayur-sayuran 0,77 persen, subkelompok  lemak dan minyak 0,57 persen, subkelompok ikan  diawetkan 0,36 persen, serta subkelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya mencapai 0,35 persen.

“Komoditas  yang  tercatat  memberikan  sumbangan  deflasi  terbesar  pada  kelompok  bahan makanan ini,  yaitu daging  ayam  ras dengan capaian 0,1335 persen, beras 0,0381 persen,  bawang  merah 0,0366  persen,  dan  semangka 0,0141 persen,” ujarnya.

Sementara itu, secara nasional dari 82 kota IHK, tercatat 16 kota mengalami deflasi dan 66 kota mengalami inflasi. Deflasi terdalam tercatat di Bengkulu dengan capaian 0,74 persen dan terdangkal di Tangerang (Banten) 0,01 persen. Di sisi lain inflasi tertinggi tercatat di Palu (Sulawesi Tengah) 2,27 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Cilegon (Banten) 0,01 persen.

“Jika diurutkan dari deflasi terdalam, maka Denpasar menempati urutan ke-11 dari 16 kota yang mengalami deflasi pada Oktober lalu,” tegasnya. (man)