Gianyar (Bisnis Bali) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution minta pelaku usaha sektor pariwisata dapat memanfaatkan program kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga 7 persen. Wakil Ketua DPK Perbarindo Gianyar, Made Sarwa Kamis (1/11) menilai, persaingan antar bank perkreditan rakyat (BPR) semakin ketat terutama dengan bank umum yang menyalurkan KUR ke Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Sebelumnya, KUR disalurkan dengan bunga 9 persen sudah menyentuh pasar sektor UMKM. Saat ini KUR dipasarkan dengan bunga 7 persen tentu akan makin menyasar sektor UMKM. ” Penyaluran KUR sudah menyentuh sektor UMKM yang menjadi pasar BPR,” ucapnya.

Direktur BPR Gianyar Parthasedana ini menjelaskan penyaluran KUR oleh bank umum sangat dirasakan oleh industri BPR. Dalam ekspansi kredit BPR harus bersaingan bank umum untuk menggarap sektor UMKM.

BPR selama ini sudah menggarap pasar BPR. Selanjutnya, bank umum masuk ke sektor UMKM dengan membawa produk KUR. Bank umum memberikan banyak kemudahan melalui produk KUR. Kemudahan tersebut diantaranya tawaran dengan suku bunga rendah. Pada awal, bunga KUR 9 persen saat ini bunga KUR 7 persen.

Dengan kemudahan KUR, bank umum dengan mudah merangkul sektor UMKM. Pada akhirnya bank umum menjadi pesaing BPR dalam penyaluran kredi ke sektor UMKM.  Diakuinya, BPR sulit bersaing dengan  bank umum dari segala hal. Ini baik besaran plafon kredit bank umum yang lebih tinggi dari palfon kredit BPR. Di sisi lain sisi bunga KUR bank umum jauh lebih rendah dari suku bunga kredit BPR.

Memang ada BPR yang ikut  menawarkan KUR. Tanpa KUR BPR sulit bersaing dengan bank umum. “Maka BPR  jadinya tidak memiliki pasar jelas karena BPR dan bank umum bersaing menggarap UMKM,” tambahnya.  (kup)