Kulit Jeruk Nagami Miliki Rasa Manis

Singaraja (Bisnis Bali) – Jeruk nagami (Citrus japonica), atau kumquat, merupakan tanaman jeruk yang berasal dari genus Citrus (genus dari semua tumbuhan jeruk), dengan ciri khas bentuk buah jeruknya lonjong dan berukuran kecil-kecil.

Jeruk nagami memiliki bentuk buah yang menarik dan mungil. Selain daging buah yang bisa dimakan buahnya secara langsung, kulitnya langsung bisa dimakan. Uniknya rasa kulit jeruk nagami lebih manis dari isi daging jeruknya.

Kadek Sukerna dari Simantri 551Angsoka Desa Penarungan Singaraja mengatakan, pembudidaya jeruk Nagami tidaklah sulit. Hampir sama dengan tanaman jeruk lainnya, yang membedakan hanya tidak dilakukan pemangkasan untuk memperoleh tunas baru. Karena tanaman jeruk Nagami mampu berbuah sepanjang musim tanpa harus dilakukan pemangkasan.

Teknik menanam jeruk nagami ini adalah batang bawah menggunakan tanaman jeruk apa saja. Sementara batang tunas diperoleh dari jepang. Masa tanam jeruk nagami hingga berbuah hanya 5 – 6 bulan sudah mulai berbunga. Meskipun bukan tanaman lokal namun jeruk nagami ini mampu tumbuh maksimal dengan suhu udara yang cukup panas seperti di Buleleng. “Cukup rutin menyiram agar akar tanaman tidak kering, tanaman jeruk nagami mampu beradaptasi di segala musim,”terangnya.

Keunggulan lainnya adalah tanaman nagami tak memerlukan perawatan yang intensif, tumbuh secara alami dan tak disukai oleh serangga. Pohon jeruk nagami biasa tumbuh setinggi 2,5 hingga 4,5 meter dengan batang bercabang dan berduri. Jeruk nagami mampu berbuah lebat, setiap pohonnya dapat menghasilkan ribuan buah setiap tahun.

Namun teknik penanaman jeruk nagami memiliki kekurangan pada akar tunjang tidak begtu kokoh karena memiliki perakaran dangkal. Oleh karena itu penting untuk menyediakan batang kayu atau bambu untuk menopang tanaman agar tidak rebah. (ira)