Denpasar (Bisnis Bali) – Adanya layanan direct flight maskapai Aeroflot rute Moskow-Denpasar akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan Rusia ke Bali. Konsul Kehormatan Rusia untuk Bali, Chairul Nuku Kamka Kamis (1/11) mengatakan pariwisata  Bali menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan Rusia.

Kunjungan wisatawan Rusia 2018 ke Indonesia termasuk ke Bali ditargetkan 100 ribu wisatawan. Dengan dibukanya penerbangan Aeroflot reguler direct flight Moskow-Denpasar kunjungan wisatawan Rusia 2018 bisa mencapai 120.000 wisatawan.

Ia menjelaskan peningkatan kunjungan wisatawam Rusia ke Bali sangat tergantung isian pesawat Aeroflot. “Jika sampai Maret  maskapai Aeroflot  berisi penuh tentu maskapai Aeroflot akan sepanjang tahun terbang ke Bali,” ucapnya.

Dipaparkannya, dengan tersedianya layanan penerbangan reguler,  Aeroflot akan ada tambahan kedatangan wisatawan Rusia 1000-1500 per bulan.  Lama tinggal wisatawan Rusia biasanya mengikuti layanan penerbangan dari Rusia.

Rata-rata lama tinggal wisman Rusia selama 2 minggu. Lama tinggal wisatawan Rusia sama dengan rata rata lama tinggal wisatawan Eropa secara umum.

Perjalanan dari Moskow ke Denpasar dengan penerbangan direct flight membutuhkan waktu 12 jam. Dengan perjalanan cukup jauh sehingga waktu liburan wisman Rusia relatif panjang. ” Setelah melalui perjalanan panjang,  tentu sangat disayangkan jika waktu berlibur wisman Rusia sangat pendek ,” tegasnya.

Nuku Kamka melihat bagi wisatawan Rusia Bali menjadi daya tarik utama ketika berlibur ke Indonesia. Sebelum adanya bencana gempa bumi menimpa Lombok, kawasan wisata Gili Trawangan dan Lombok menjadi pilihan kedua bagi wisatawan Rusia.

Wisatawan Rusia sudah bergeser memilih menginap di Nusa Penida dan Nusa Lembongan. Mereka lebih memilih kegiatan seperti memancing dan wisata alam lainnya.

Nuku Kamka menambahkan pelaku pariwisata di Bali juga menawarkan paket Bali & Beyond. Setelah lama berlibur di Bali, wisatawan Rusia bisa memilih alternatif mengunjungi Candi Borobudur dan Candi Prambanan. (kup)