Negara (Bisnis Bali) РLPD Desa Pakraman Poh santen, Jembrana, mencatat kepemilikan aset hingga September 2018 mencapai Rp26 miliar. Angka tersebut meningkat Rp4 miliar dari yang tercatat pada Desember 2017 aset hanya Rp22,7 miliar.

Kepala LPD Desa Pakraman Poh Santen, I Gusti Ngurah Kade Wardana saat ditemui belum lama ini mengatakan, peningkatan aset yang cukup signifikan ini dikarenakan kian meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada LPD. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mampu dihimpun LPD.

Tercatat DPK berupa tabungan yang dihimpun LPD Desa Pakraman Poh Santen hingga September 2018 telah mencapai Rp8,8 miliar, mengalami kenaikan dari akhir tahun 2017 yang tercatat hanya Rp7,5 miliar. Demikian juga desposito, pada akhri 2017 tercatat Rp11,7 miliar, mengalami kenaikan, pada September 2018 yaitu mencapai Rp13,5 miliar. Adapun pencapaian laba LPD Desa Pakraman Poh Santen hingga September 2018 yaitu Rp668 juta.

“Kami targetkan hingga akhir tahun nanti laba bisa mencapai angka Rp850 juta,” ujarnya sembari mengatakan penyaluran kredit juga tumbuh dari Rp15 miliar pada tahun 2017 menjadi Rp16,1 miliar hingga September 2018.

Atas pencapaian yang telah diraih, baik saat ini ataupun tahun-tahun sebelumnya, LPD Poh Santen tentunya mengembalikan keuntungan tersebut kepada masyarakat sebagai pemilik LPD. Pengembalian dilakukan dalam bentuk penyerahan dana pembangunan yaitu 20 persen dari laba  yang diberikan setiap tahun kepada desa adat serta dalam bentuk kegiatan sosial yang telah dilakukan selama ini.

Ke depannya dia berharap keberadaan LPD Poh Santen kian berkembang dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, terlebih lagi mampu menjadi tumpuan perekonomian desa pakraman. Demikian juga diharapkan agar masyarakat senantiasa mendukung program-program yang dimiliki LPD. (wid)