Jasa Rias Pengantin makin Berpeluang

Tabanan ( Bisnis Bali) – Bisnis jasa tata rias pengantin Bali kini makin berpeluang. Bagi perias ini merupakan keterampilan bermartabat yang harus dilestarikan karena jadi bagian seni budaya Bali yang adiluhung. Demikian perias pengantin Bali, Ni Luh Kartini, Senin (29/10).

Bisnis tata rias pengantin Bali merupakan peluang menjanjikan bagi orang Bali. Selain berpeluang musiman, skill ini juga visa dimiliki siapa saja tanpa harus memiliki pendidikan formal yang tinggi. Tata rias pengantin Bali ada beberapa jenis yakni rias agung, madia, nista, dan modifikasi. Seiring era kekinian pemberlakuan aturan main tata rias sudah tak saklek atau kaku lagi. Kalau dulu pada zaman kerajaan rias agung hanya boleh digunakan kalangan tri wangsa, kini itu tak berlaku lagi. Saat ini semua pasangan pengantin Bali ( baca Hindu) bisa menggunakan payas agung sehingga peluangnya pun kian terbuka.

Bagi kalangan perias ada beberapa hal yang tak bisa dilanggar pada rias agung. Terutama penggunaan busana, aksesori, dan lainnya yang harus mengacu pada pakem – pakem yang ada. Misal menggunakan kain bawahan songket atau prade, ada gelungan, petitis, gelang kana, dan sebagainya. Berbeda dengan rias pengantin Bali modifikasi. Jenis rias ini lebih modern, karena penggunaan busana, aksesori bebas dan bisa diinovasi para perias.

Seni tata rias pengantin Bali juga dinilai pangsa pasarnya kian berkembang. Itu karena kegunaannya tak hanya pada prosesi pernikahan orang Bali saja. Kini tak sedikit turis mancanegar ingin mencobanya walaupun sekadar untuk berfose. Ini tentu peluang lebih bagi perias sehingga perlu memiliki skill yang mumpuni.

Pebisnis tata rias pengantin Bali lainnya, Indrayani menambahkan umumnya tarif jasa perias bervariasi. Untuk rias agung lebih mahal kisarannya Rp 3,5 juta – Rp 5 jutaan. Sedangkan rias madya Rp 1,5 – Rp 2 Jutaan. Untuk rias modifikasi bisa lebih murah dari rias agung, bisa juga lebih mahal tergantung penggunaan berbagI aksesori lainnya.

Dia optimis bisnis tata rias pengantin Bali merupakan potensi kearifan lokal yang bisa makin diangkat ke permukaan. Dengan meningkatkan skill dan kesiapan perlengkapan lainnya diharapkan tak hanya mampu memberi layanan berkualitas bagi pengguna jasa, bisnis ini juga makin berimbas pada bisnis lainnya seperti, yakni produsen perhiasan emas dan perak, juga busana tenun ikat seperti, songket, endek, dan lainnya. (gun)