Estimasi Penjualan Motor Berpeluang Naik 10 Persen

Denpasar (Bisnis Bali) – Sebagian besar pengelola penjualan motor mengestimasikan permintaan kendaraan roda dua masih bisa terkatrol naik rata-rata kisaran 10 persen. Estimasi peningkatan ini denagn optimistis perbaikan ekonomi meski rupiah belum terapresiasi.

“Pasar Bali masih tumbuh baik meski dolar menguat terhadap rupiah. Kami juga yakin penjualan jelang akhir tahun berjalan lancar dan sesuai target,” kata Marketing salah satu main diler motor Honda, Agung Rai di Sanur.

Sesungguhnya pelemahan rupiah tidak lagi banyak berimbas pada penjualan motor mengingat perakitan dan suku cadang sudah banyak dari lokal. Begitupula soal distribusi mengingat main diler memiliki gudang di Bali sehingga tidak akan menggangu pasokan dan berimbas ke harga. Inilah menjadi harapan penjualan akan bisa naik 10 persen lagi menjelang dua bulan akhir tahun.

Ia pun menilai daya beli masyarakat sejak dua bulan terakhir kian membaik dan cukup mempengaruhi transaksi secara keseluruhan. Ada peluang pasar akan terus membaik dengan kemudahan DP dan kredit.

“Pelaku pasar tentu berharap kondisi baik sehingga daya beli kian membaik, apalagi banyak poduk baru bermunculan,” katanya.

Kendati masih dibayangi fluktuasi rupiah dan perekonomian global, pihaknya berharap penjual motor bisa terkatrol naik lagi saat makin mendekati akhir tahun. Pangsa pasar permintaan masih didominasi warga lokal dan luar Bali yang bekerja di Bali.

Terkait pergerakan penjualan motor selama semester II, ia mengakui, permintaan memang masih normal pada pertengahan bulan ini. Lonjakan diprediksinya akan terjadi dalam beberapa hari mendatang saat memasuki November.

“Bila dibandingkan tahun lalu, 2018 saat ini masih banyak faktor yang menghambat penjualan motor. Di antaranya kondisi ekonomi akibat pengaruh fluktuatifnya rupiah, harga bahan pangan dan lainnya,” katanya.

Untuk memenuhi permintaan masyarakat, ia telah menambah stok kendaraan 10 persen. Jenis motor kelas matik masih terbanyak karena permintaan tinggi dari konsumen lokal. Sistem penjualan, imbuhnya, pembelian masih didominasi sistem kredit. Di tempatnya sendiri, bunga kredit masih terjangkau sesuai finance yang dipilih pembeli. (dik)