BEI Bali Catat Investor Pensiunan 1 Persen

Mangupura (Bisnis Bali) – Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali mencatat sepanjang 2018 jumlah investor terus meningkat dibandingkan 2017. Peningkatan jumlah investor tersebut tertinggi berasal dari pegawai swasta mencapai 36 persen sementara pensiunan masih 1 persen.

“Berdasarkan data September 2018, jumlah investor pensiunan sama dengan guru yaitu 1 persen,” kata Kepala Kantor BEI Bali Agus Andiyasa di Nusa Dua, Senin (29/10).

Selain pensiunan investor berasal dari pelajar 18 persen, pengusaha mencapai 15 persen, pegawai negeri 6 persen dan lainnya 20 persen. Ia mengatakan, hingga September 2018 jumlah investor (SID) mencapai 13.434 atau lebih tinggi dari Agustus 2018 mencapai 13.124 SID. Hal sama jumlah rekening mencapai 16.022 sub rekening efek (SRE). Jumlah ini meningkat dari Agustus 2018  mencapai 15.627 SRE.

Menurutnya pasar modal menjadi tempat investasi yang menjanjikan, termasuk bagi kalangan pensiunan. Pensiunan di era saat ini kendati tidak lagi bekerja namun masih bisa berproduksi dengan berinvestasi saham karena menjadi seorang investor dapat mendatangkan keuntungan. “Dengan berinvestasi di saham maka selama masa pensiun tidak menghadapi kesulitan keuangan,” ujarnya.

Diakui, investasi melalui saham di pasar modal minim risiko karena jika tidak ingin dijual sahamnya, investor bisa mendapatkan deviden dari perusahaan yang dibeli sahamnya. Ini pula membuat jumlah investor di Bali mengalami pertumbuhan yang positif dan meningkat dari tahun ke tahun. Utamanya kalangan pelajar yang jumlahnya makin membaik.

Agus tidak memungkiri meski dolar AS menguat, kondisi pasar modal di daam negeri saat ini masih menunjukkan kinerja yang bagus. Hal itu dibuktikan dengan masih bergeraknya arus dana masuk ke pasar modal.

Karena itu, investor dalam negeri jangan takut berinvestasi di pasar modal. Kondisi saat ini murni akibat faktor eksternal yang terus bergejolak, bukan karena saham dan obligasi yang kurang baik.

“Dari sisi transaksi masih bagus begitupula pertumbuhan jumlah investor terus mengalami pertumbuhan,” katanya. (dik)