Transaksi Pembelian dan Barter Mobkas Normal

Denpasar (Bisnis Bali) – Memasuki triwulan jelang akhir tahun, tak banyak ada perubahan pada transaksi mobil bekas. Pembelian, barter atau tukar tambah mobil tetap normal, termasuk sumber uang muka pembelian mobil.

“Transaksi pembelian mobil yang terbanyak saat ini masih dengan cara sistem menjual mobil yang lama dan uangnya untuk DP mobil bekas jenis terbaru,” kata penjual mobil bekas di Tohpati, Nyoman Paskara.

Kepemilikan mobil baru tak hanya mereka yang sudah pernah memiliki mobil. Banyak pula pemilik mobil merupakan peralihan dari sebelumnya pengguna sepeda motor. Segmen pasar ini  pun dari segi transaksi tergolong masih terbuka lebar dan menjanjikan.

“Potensi masih akan ramai menjelang akhir Oktober hingga akhir tahun,” ujarnya.

Menurutnya, optimis transaksi barter maupun pembelian secara kredit ada peningkatan penjualan hingga 20 persen dengan pertimbangan akhir tahun harga mobil tidak berubah. Sementara untuk uang muka, masyarakat bisa dapatkan dana dari mana saja, mulai uang simpanan, penjualan barang atau properti, finance hingga mobil yang lama.

Terbanyak dari  jual mobil lama mereka dan finance. Itu terjad karena kondisi ekonomi saat ini membuat banyak pilihan bagi masyarakat untuk melakukan berbagai strategi agar dapat memiliki mobil baru. Satu di antaranya menjual mobil yang lama dan menjadikannya DP untuk membeli keluaran terbaru.

“Tiga bulan jelang akhir tahun ini, daya beli masyarakat terhadap otomotif sebenarnya masih tinggi, namun terkendala kondisi ekonomi membuat konsumen melakukan wait and see. Tetapi adanya DP dari penjualan mobil bekas, konsumen bisa memiliki mobil baru,” ucapnya.

Marketing salah satu diler mobil di Denpasar Hendrawan mengatakan, tiga bulan jelang akhir tahun belum mempersiapkan promo-promo khusus. Promo masih terkait produk dengan berbagai kemudahan pembelian. “Untuk besaran DP masih sama,” katanya.

Memiliki mobil baru, kata Hendra, bisa sebagai bukti keberhasilan usaha mereka. Bisa pula sebagai prestise mampu membeli mobil keluaran terbaru, di samping ada pula mereka yang sengaja membeli mobil baru karena kemampuan.

“Memang bukan berarti semua orang membawa mobil baru karena menjual mobil lama, ada pula yang membeli karena dana simpanan,” ujarnya.

Disinggung risiko kredit macet, berbagai persyaratan dalam upaya kehati-hatian sudah diterapakan diler hingga finance. Ia meyakini konsumen Bali banyak memiliki kepribadian jujur. (dik)