Stok 12 Ribu Ton Beras, Bulog Tak Khawatir saat Kekeringan

Denpasar (Bisnis Bali) – Kekeringan yang terjadi di sejumlah daerah di Bali, membuat produktivitas padi kurang optimal. Selain terancam gagal panen, tak maksimalnya produksi padi juga dikarenakan berubahnya pola tanam petani yang lebih kepada palawija saat musim kemarau. Menyikapi hal tersebut antisipasi dilakukan Bulog Divre Bali dengan menyediakan stok yang saat ini mencapai 12 ribu ton beras.

Kepala Bukog Divre Bali, Yosef Wijaya, mengatakan, pihaknya memiliki stok yang cukup saat ini, sehingga tak takut menghadapi kekeringan yang berpengaruh terhadap produksi padi. Pihaknya menyalurkan sekitar 130 ton per bulannya, sehingga stok yang tersedia saat ini masih sangat aman.

Stok yang tersimpan di Gudang bulog pun dikatakannya selalu dilakukan penambahaan saat mulai berkurang. “Kami selalu pantau hal tersebut, saat ketersediian mulai menipis, kami upayakan untuk melakukan penambahan. Terlebih lagi saat ini yang sudah menginjak akhir tahun, kami sudah mulai melakukan permintaan,” ungkapnya sembari mengatakan telah melakukan permintaan sekutar 3.000 ton dari NTB.

Dalam upaya mengendalikan harga, pihaknya juga rutin melakukan operasi pasar setiap harinya.Tahun ini kurang lebih 1.400-an ton beras disalurkan. Dipaparkan di Bulog sendiri menyimpan beras cadangan pemerintah (CBP) serta beras sejahtera (rastra) yang didistribusikan untuk masyarakat kurang mampu setiap bulannya. Yusuf Wijaya mengatakan, CBP ini yang didistrubsikan di pasaran saat pelaksanaan operasi pasar. “Termasuk saat terjadi bencana alam, CBP yang disalurkan untuk membantu kebutuhan masyarakat,” ujarnya.  (wid)