Pinjaman Daring Edukasi Fintech di Bali

Mangupura (Bisnis Bali) – Industri financial technology (fintech) di Indonesia terus mengalami perkembangan. Baru-baru ini Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) membuat kajian yang memperkirakan industri fintech mampu meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp25,97 triliun baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ini menunjukkan industri peer to peer lending ikut berperan sebagai pendorong ekonomi secara makro di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Vice President Kredit Pintar, Boan Sianipar saat acara group interview di Kuta, Kamis (25/10).

Berdasarkan data keuangan peer to peer lending secara keseluruhan periode Juli 2018, jumlah rekening penyedia dana atau lender peer to peer lending mencapai 135.025 rekening atau meningkat 33,77 persen dibandingkan dengan akhir tahun lalu. Pada periode yang sama, jumlah rekening peminjam atau borrower mencapai 1.430.357 entitas atau meningkat sebanyak 450,91 persen.

“Dengan semangat ini kami terus berinovasi dengan mengembangkan produk agar dapat membuka peluang besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda untuk ikut berpartisipasi melalui pendanaan di platform peer to peer lending agar dapat memenuhi kebutuhan dana bagi yang membutuhkan pendanaan,” papar Boan.

Pinjaman daring dinilainya berkontribusi dalam mendorong pemerataan tingkat kesejahteraan masyarakat dengan melayani nasabah di seluruh provinsi. Guna mencapai tujuan tersebut, salah satu upaya yang dilakukan yakni mendukung penyelenggaraan Fintech Days Bali 2018 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan didukung Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) pada 25 – 27 Oktober 2018.

“Melalui acara Fintech Days Bali 2018, Kredit Pintar ikut mendukung target OJK dalam hal mencapai inklusi keuangan hingga 75 persen di Indonesia. Dalam hal ini, kami ingin ikut berperan terhadap perputaran roda ekonomi di Indonesia dan menjangkau seluruh wilayah tanah air dari Sabang sampai Merauke dengan platform kami,” imbuhnya.

Selama di Bali, Kredit Pintar telah melakukan sosialisasi dan edukasi tentang fintech ke pasar-pasar tradisional, diantaranya Pasar Badung, Pasar Kumbasari, Pasar Agung dan Pasar Sindu Sanur. Selain itu juga akan diadakan kumpul bersama para startup serta membuka booth di Discovery Shopping Mall Kuta. (dar)