KENANG-KENANGAN - Penyerahan kenang-kenangan oleh Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana (2 dari kanan) kepada ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan.,S.H., M.Si (4 dari kiri).

Gianyar (Binsis Bali) РWakil Walikota Bandung Yana Mulyana bersama PD BPR Kota Bandung melakukan kunjungan kerja ke LPD Ketewel untuk mengetahui pengelolaan LPD. Pihaknya sangat mengapresiasi  keberadaan LPD di Bali yang mendapat dukungan kuat oleh desa adat.

Pada kunjungan yang dilakukan Kamis (25/10) sore, disambut hangat Ketua Badan Kerjasama (BKS) LPD Bali bersama Kepala Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD Bali serta Ketua LPD Desa Pakraman Ketewel serta dihadiri PT Ussi Bandung yang merupakan fatner LPD dalam pengembangan teknologi informasi.

Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H.,M.Si, memaparkan, perkembangan LPD sejak 34 tahun lalu yang hingga saat ini telah memiliki aset hingga Rp20 triliun. Demikian juga berbagai perjalanan LPD yang saat ini juga telah menyentuh teknologi digital. Termasuk peranan LPD dalam memfasilitasi kegiatan masyarakat di ruang lingkup desa adat (desa pakraman).

Kepala LP-LPD Provinsi Bali, I Nyoman Arnaya menceritakan upaya pengembangan SDM di LPD yang melihat sejarah perekrutan SDM berdasarkan penunjukan masyarakat. Disamping itu Arnaya juga menjelaskan, LPD merupakan lembaga yang diakui oleh undang-undang tapi tidak diatur oleh undang-undang.

Sementara itu, Kepala LPD Desa Pakraman Ketewel dalam hal ini menambahkan lebih spesifik terkait pengelolaan serta program-program yang ada di LPD mulai dari penggunaan teknologi hingga pengelolaan sampah di masyarakat yang memberikan keuntungan bagi LPD. Diungkapkannya di LPD Ketewel dibantu oleh kolektor handal yang secara langsung menemui masyarakat baik dalam upaya melayani tabungan dan kredit hingga mensosialisasikan program-program LPD.

Menanggapi hal tersebut, Yana Mulyana, mengatakan, banyak hal yang bisa diadopsi di LPD yang nantinya dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan PD BPR Kota Bandung. “Kami apresiasi pengelolaan LPD. Gerakan dimulai dari pimpinan adat, pemeritah dan dukungan masyarakat ternyata sangat signifikan dapat mengelola aset yang jumlahnya juga sangat luar biasa,” ungkapnya.

Terlebih lagi kontribusi LPD terhadap aktivitas masyarakat dikatakannya sangat baik untuk perputaran perekonomian masyarakat. “Kami sangat mengapersiasi soal bagaimana potensi warga mengerakan warga lainnya untuk menguatkan perekonomian. Hari bisa banyak belajar dan cukup banyak hal-hal yang bisa dikomunikasikan lebih lanjut nanti,” imbuhnya. (wid)