Denpasar (Bisnis Bali) – Sebanyak 20 orang putra-putri tuli Bali dari berbagai daerah di Bali akan bersaing pada malam grand final Putra-Putri Tuli Bali 2018, di kawasan lapangan Lumintang, Jumat (26/10) kemarin. Kegiatan ini digelar Pemerintah Kota Denpasar sejak 2013 lalu melalui Dinas  Sosial Kota Denpasar yang bersinergi dengan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S), Gergatin Kota Denpasar dan Bali Deaf Community.

Seluruh finalis merupakan seleksi dari 55 peserta melalui tahap seleksi administrasi dan wawancara yang menyisakan 20 orang masuk dalam 10 besar putra-putri tuli Bali. Hal itu menjadi ajang pembuktian kepada masyarakat, penyandang tuna rungu masih bisa disejajarkan dengan orang normal lainnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar I Made Mertajaya, didampingi Wakil Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S), Ida Ayu Kerti Iswara, dan Plt. Kabag Humas,  Ida Bagus Mayun Suryawangsa, mengungkapkan, ajang pemilihan putra-putri tuli ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada penyandang tuna rungu berinteraksi dengan masyarakat untuk tidak dibedakan dengan masyarakat lainnya.

Pemilihan pemanang akan dilakukan menggunakan sistem sms terbanyak. Mereka yang terpilih diharapkan menjadi duta sosial dan duta pariwisata dalam promosi pariwisata Bali  ke nasional dan internasional kedepannya.

“Ini menjadi fokus kita kedepannya bahwa kita di Denpasar sangat konsisten memperhatikan keberadaan penyandang disabilitas,” jelas Mertajaya.

Denpasar merupakan penyelenggara satu-satunya ajang putra-putri tuli Bali. Sehingga Denpasar sangat konsisten memperhatikan kalangan disabilitas tuli dan disabilitas lainnya yang nantinya mampu menjadi contoh untuk kabupaten lainnya di Bali. “Pelaksana putra-putri Bali ini merupakan gagasan Denpasar. Saat ini dari 55 peserta yang ikut ini meningkat setiap tahunnya,” imbuhnya.

Peserta yang ikut dalam ajang ini dari seluruh Kabupaten di Bali kecuali Bangli. Dari Kota Denpasar sebanyak 25 peserta, Badung 14 peserta, Klungkung 4 peserta, Tabanan 3 peserta, Jembrana 4 peserta, Karangasem 3 peserta, Singaraja 1 peserta, dan gianyar 1 peserta. Tahapan penilaiannya akan disamakan dengan penilaian putra-putri Bali pada umumnya yakni mencari pengetahuan umum kemampuan wawasan, pengetahuan pariwisata, hingga tingkat pendengaran dan cara berkomunikasi.

Sementara salah seorang peserta,  Putu Wahyu Putra Sudianta mengaku terharu dan bangga bisa lolos ke fase penilaian selanjutnya. “Saya merasa sangat senang bisa lolos sampai di tahap ini, selain mendapatkan pengalaman yang luar biasa saya juga merasa ajang ini bisa membuat saya lebih terbuka dan tidak malu karena saya tuli,” ungkapnya. Lebih lanjut disampaikan,  ia juga sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar yang sudah menyelenggarakan acara ini. “Kami bahagia, banyak yang peduli dan memberikan kami kesempatan ini, kami ucapkan terima kasih,” tambahnya. (sta)