Denpasar (Bisnis Bali) – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, Kamis (25/10) di Gedung Keuangan RI, Renon – Denpasar, menyerahkan 500 laptop dan 300 printer yang digunakan saat Pertemuan IMF – Bank Dunia beberapa waktu lalu di Nusa Dua. Peralatan IT tersebut dihibahkan kepada Provinsi Bali, Provinsi NTB dan Kabupaten Banyuwangi.

Sri Mulyani memaparkan hibah merupakan misi sosial, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sejalan dengan keinginan agar pertemuan IMF – bank dunia bisa memberikan manfaat yang sebesar – besarnya bagi masyarakat Indonesia. “Selama penyelenggara kami yakin banyak yang mendapatkan manfaat secara langsung. Tapi setelah usai pelaksanaan kami ingin menyampaikan manfaat ini juga,” ucapnya.

Hibah diberikan kepada Provinsi Bali, Provinsi NTB dan Kabupaten Banyuwangi karena ke tiga daerah tersebut menjadi daerah tempat terselenggaranya dan pendukung berlangsungnya pertemuan IMF- Bank Dunia.

Barang hibah berupa laptop 500 unit memiliki nilai Rp8 miliar dan printer 300 unit dengan nilai Rp672 juta. “Hibah ke Provinsi Bali 200 unit laptop nilai Rp3,2 miliar dan 125 unit printer nilai Rp280 juta. Provinsi NTB mendapatkan jatah yang sama, sedangkan Kabupaten Banyuwangi mendapat 100 unit laptop nilai Rp1, 6 miliar dan 50 unit printer Rp 112 juta,” terangnya.

Laptop dan printer tersebut memiliki spesifikasi yang sangat top. Sehingga diharapkan bisa dimanfaatkan di instansi pendidikan yang bisa memunculkan kreativitas dan inovasi sehingga mencetak SDM yang berkualitas. “Siapa tahu dari 500 laptop ini bisa lahir SDM para programmer atau mereka yang membuat komik tentang Bali dan Indonesia yang bisa mengalahkan komiknya Jepang,” tandasnya.

Ini komitmen dari panitia Nasional, bahwa barang yang sudah tidak terpakai namun masih terjaga kualitasnya akan dihibahkan bagi masyarakat. ” Laptop dan printer ini cuma dipakai satu Minggu, untuk acara IMF – Bank Dunia tersebut. Jadi kondisinya masih sangat bagus,” pungkasnya. (pur)