Kredit dan Uang Muka Motor Aman

Denpasar (Bisnis Bali) – Memasuki bulan ketiga akhir tahun belum berimbas pada peraturan uang muka (DP) pembelian motor, termasuk suku suku bunga kreditnya. Diler pun menegaskan permintaan motor sampai saat ini baik secara tunai maupun kredit tergolong normal.

Marketing and sales salah satu diler motor di kawasan Imam Bonjol, Adhiasa mengatakan, pembelian dan pasokan motor tak ada kendala di tengah isu daya beli motor jelang akhir tahun tidak setinggi awal tahun.

“Belum ada pengaruh signifikan terhadap penjualan dari isu yang berkembang saat ini. DP masih tetap sama, meski ada diler memberikan diskon jelang akhir tahun,” katanya.

Peraturan besaran DP terhadap pembelian sepeda motor untuk saat ini tidak menjadi kendala. Bagi masyarakat adalah bisa memperoleh motor dengan harga terjangkau, kualitas terbaik, merek ternama dan tentunya kredit. Ditambah produk baru kini banyak pilihan sehingga konsumen tidak perlu khawatir.

“Dari sisi animo masyarakat memiliki motor secara kredit masih tertingi sampai saat ini,” jelasnya.

Hal sama dikatakan pengelola diler motor Yamaha, Komang Panji Putra. Kata dia, untuk motor DP maupun bunga kredit relatif normal dan bukan hal utama yang membuat masyarakat tidak jadi melakukan transkasi. Besaran kredit juga ditentukan inflasi atau suku bunga bank.

Pasar motor tahun ini imbuhnya, memang lebih banyak konsumennya suka matik dan sport. Untuk pasokan motor pada jelang November, umumnya menambah stok minimal sesuai permintaan pasar. Stok ditambah agar tidak ketinggalan tren karena terkadang pembeli mencari motor varian tertentu.

Sementara di pasar motor bekas, Yuliadi mengatakan, tidak ada sesuatu yang baru. Persiapan akhir tahun akan ada penambahan stok bisa melalui pembelian, tukar tambah, maupun tukar sesama penjual motor bekas. Jumlah stok relatif  tergantung situasi di pasaran karena pasar masih relatif stagnan mencari motor bekas saat ini.

“Sampai saat ini transaksi pembelian baru sekitar 4-10 unit per bulan. Jauh dibandingkan permintaan  tahun lalu,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui mendapatkan motor second dari masyarakat langsung yang ingin menjual motornya. Tentu saja kualitas dan kelengkapan surat-surat diutamakan dalam pembelian agar tidak mengalami kerugian saat dijual.  (dik)