Kawasan Pariwisata jadi Daya Tarik Pemasaran Rumah

Mangupura (Bisnis Bali) – Bisnis perumahan di kawasan pariwisata memiliki daya tarik bagi para buyer. Selain untuk tempat tinggal, umumnya karena nilai investasinya menjanjikan tak sedikit konsumen menjadikannya produk ajang berspekulasi.

Owner Perum Rasuni Regency, Fransiskus, Rabu (24/10) menyampaikan, kendati masuk dalam radius kawasan pariwisata tak berarti rumah model besar atau vila, serta sejenisnya saja yang dipasarkan. Justru karena harga dasar lahan relatif mahal, rumah minimalis modern pun tak kalah berkembang sekaligus menjawab permintaan pasar.

Hal ini memberi dampak positif bagi daerah sekitar karena konsumen yang menyasar makin heterogen. Misal rumah tipe 36/100 m2 Dengan harga mulai Rp500 juta – Rp550 juta. Harga ini bagi sebagian konsumen mapan tentu tak terlalu mahal, karena rumah yang dibeli berada di kawasan pariwisata. Jika lihai dalam bermain, bisa saja rumah yang dibeli berspekulasi lagi dengan harga lebih mahal. Inilah daya tarik perumahan di kawasan pariwisata yang menyebabkan bisnis properti kian menggeliat.

Menurutnya, rumah tipe minimalis cocok dengan kondisi saat ini dan untuk keluarga kecil. Memiliki rumah di kawasan pariwisata bukan saja menarik untuk dijadikan sarana investasi juga meningkatkan prestise. Kawasan pariwisata yang tak kalah marak dibangun perumahan minimalis modern yakni, Canggu, Jimbaran, dan lainnya. Dia yakin dengan menjaga kualitas produk perumahan bisnis perumahan di kawasan pariwisata lebih unggul dibandingkan perumahan yang ada dikota maupun lokasi lainnya. (gun)