Desa Wisata Gegelang Tawarkan Air Terjun Batu Angsel

Amlapura (Bisnis Bali) – Dari sejumlah Desa Wisata di Karangasem yang menawarkan keindahan alam, di antaranya Desa Wisata Gegeleng,  Kecamatan Manggis, Karangasem.  Desa setempat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Membah Amertha, menawarkan trekking alam yang indah, serta air terjun Batu Angsel.

Ketua Pokdarwis I Wayan Toya Arnawa, mengatakan, pihaknya berupaya melibatkan tokoh masyarakat dan generasi muda di desa dengan sejumlah banjar itu. ‘’Ada pemuda yang tamatan SMP atau SMA/SMK dan belum bekerja, kita ajak. Apakah mau belajar bersama ikut mengelola daya tarik wisata Gegelang itu. Ada yang mau menjadi gaid lokal, ada juga mengatakan belum mampu. Yang penting mau dulu, kita ajak belajar bersama bagi yang mau belajar menjadi pramuwisata lokal, kami didik agar mampu menyampaikan pemaparan tentang desa wisata kami secara tepat ,’’ paparnya.

Trekking melintasi alam dengan daya tarik panorama alam yang indah dengan dinding perbukitan hijau mengelilingi desa. Wilayah desa setempat di lembah perbukitan, merupakan persawahan yang indah, ada juga sawah berteras. Sumber air irigasi sawah dari mata air yang nyaris tak pernah mengecil dari perbukitan wilayah Duda dan sekitarnya. Sumber mata air dari perbukitan menjadi air terjun Batu Angsel. Air terjun itu bertingkat, jatuh di antara tebing bebatuan yang indah dengn air terjun yang jernih dengan tinggi terjunan sekitar 2,7 meter.

‘’Kepada warga desa, kami pengelola Pokdarwis hanya meminta partisivasinya agar menjadi lingkungan desa tetap bersih, terutama jangan smapai sampah plastik dibuang bertebaran. Yang penting lingkungan desa bersih, soal pengelolaan desa wisata entah pemasarannya atau promosi, kami yang bertanggung jawab,’’ tambahnya.

Mahasiswa yang kuliah kerja nyata (KKN) di desa itu, sekitar Agustus lalu juga ikut mengerjakan penataan desa wisata. Gotong royong selain bersih-bersih lingkungan, juga memasang  tanda petunuki arah desa wisata.

‘’Setelah dibuka dan dipromosikan, seminggu, sebanyak tiga atau empat wisatawan trekking ada mengunjungi desa wisata kami. Namun, kami baru mengenakan donasi kepada wisatawan itu,’’ kata Toya Arnawa.

Menyinggung soal promosi, pihaknya menawarkan paket trekking short trekking, middle trekking dan fullday trekking. Paket fullday trekking lama waktunya sekitar 10 jam, and dapat keliling desa, menikmati panorama alam.  (bud)