MINTA RESTU - Kunjungan Sanggar Seni Manik Utara ke Disbud Buleleng untuk meminta restu.

Singaraja (Bisnis Bali) – Kabupaten Buleleng dengan keseniannya yang mumpuni, telah mampu mencetak segudang prestasi khususnya dalam hal pelestarian kesenian dan budaya Bali. Sanggar Seni Manik Utara salah satunya yang terpilih mewakili Bali dari Kabupaten Buleleng unjuk kebolehan di ajang Konser Karawitan Anak Indonesia di Graha Bakti Budaya Taman Izmail Marzuki Jakarta selama 5 hari dari 24 – 28 Oktober 2018 mendatang.

Kegiatan ini diikuti 31 Provinsi se-Indonesia salah satunya Provinsi Bali yang diwakili Kabupaten Buleleng. I Kadek Sefyan Artawan dan Gede Yoga Hermawan bersama 12 pemain musik lainnya dari Sanggar Seni Manik Utara menyambangi kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Selasa (23/10) pagi untuk audensi sekaligus minta restu kepada Kepala Dinas Kebudayaan Gede Komang, M.Si. mewakili Kabupaten Buleleng.

Sanggar Seni Manik Utara merupakan sanggar yang terpilih bersama dua kabupaten lainnya di Bali untuk mengikuti seleksi video karya pada 29 Juli 2018 dan Lokakarya pada 18 – 20 September 2018 di Jakarta. Setelah melalui proses seleksi oleh Kementrian Kemendikbud RI Sanggar Seni Manik Utara terpilih mewakili Provinsi Bali ke Jakarta. Kriteria yang dilombakan adalah  artistik terbaik, penggarap musik terbaik, pemain musik terbaik dan tampilan terbaik.

Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Wayan Sujana mengatakan suatu kebanggaan bagi Dinas Kebudayaan dan Kabupaten Buleleng atasdipilihnya salah satu sanggar seni dari Buleleng mewakili Bali.

Setelah kegiatan ini diharapkan dapat makin mendukung upaya pelestarian kesenian dan kebudayaan di tengah modernisasi yang semakin pesat berkembang. “Apa yang menjadi agenda pusat ini adalah muatan pelestarian kesenian tradisional di tengah derasnya arus TI agar kesenian tradisional tidak semakin terlupakan,” terangnya.

Konser karawitan yang merupakan program pusat ini merupakan konser dengan menggunakan musik – musik tradisional. Melalui konser ini secara tak langsung membawa nama Bali dan Buleleng lebih luas lengkap dengan ciri khas alat-alat musik tradisionalnya. “Dalam program -program seperti ini lah kita dapat memyampaikan tentang kebudayaan agar penyampaian tidak terputus,” terangnya.

Upaya pelestarian khususnya di kalangan anak-anak jangan sampai terputus dan terus berkelanjutan. Karena apabila penyampaian tengang budaya di kalangan generasi muda itu terputus dikhawatirkan kesenian dan kebudayaan untuk generasi berikutnya hanya tinggal cerita.

“Di Buleleng seperti kegiatan  yang sudah diagendakan Pemerintah Kabupaten Buleleng semacam Utsawa Merdangga, Festival atau Pesta Kesenian Bali dan lainnya juga salah satu upaya pelestarian budaya,”imbuhnya. (ira)