Mangupura (Bisnis Bali)  РSejumlah petani di Kabupaten Badung kian melirik pengembangan pertanian dengan pola tanam padi sehat. Hasil demplot padi sehat (menggunakan pupuk semi organik) di Subak Seradan, Desa Sibang Gede Abiansemal Badung menghasilkan dengan biaya jauh lebih murah dari pola budi daya tanaman sebelumnya yang dominan menggunakan pupuk kimia, mampu meningkatkan produktivitas padi hingga capaian 9 ton lebih per hektar.

Panen perdana padi sehat di Subak Seradan yang merupakan demplot pupuk ExtraGen dengan menggandeng Pupuk Kaltim sebagai pemasaran produk dihadiri Kasubdit Pengendalin OPT Seralia Derektorat Perlindungan Tanaman Pangan Dirjen Tanaman Pangan, Ir., Dedi Ruswansyah., MM, Selasa (23/10). Hadir juga dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali, Ir., IB., Wisnuardhana, M.,Si, General Manager Pemasaran PT., Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) M., Yusri, dan Kepala KP Bali-KTI PT., Pupuk Kaltim, Yohanes Arief Hariyanto, serta pekaseh dan sejumlah petani Subak Seredan.

Pekaseh Subak Seradan, I Made Risna mengungakapkan, pengembangan budi daya padi sehat ini mampu memberikan hasil lebih baik. Itu tercermin dari  perbandingan jumlah anakan padi yang didapat dari padi sehat ini mampu menghasilkan hingga 45 libih per rumpun atau meningkat dari sebelumnya yang hanya 35 per rumpun.

Peningkatan anakan pada tanaman padi ini kemudian berdampak pada produksi per hektarnya. Perkiraan perhitungan dengan luasan ubinan bisa mencapai 9 ton gabah kering panen (GKP) per hektar, atau naik dari produksi rata-rata yang hanya mencapai 5 -6 ton per hektar sebelumnya. Begitu pula ketahanan terhadap serangan hama, budi daya padi sehat dengan varietas Budu Yodu ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan pola tanam sebelumnya.

“Artinya, dari segi pertumbuhan tanaman dengan budi daya padi sehat ini memang cukup baik. Bercermin dari kondisi tersebut, petani tentu akan memilih pengembangan padi sehat ini untuk musim tanam selanjutnya,” tuturnya.

Di sisi lain, luasan demplot pengembangan padi sehat di Subak Seredan ini total mecapai 50 hektar dengan jumlah kepemilikan lahan mencapai 200 orang petani. Akuinya, dari program demplot, petani dibantu bibit padi, pupuk ExtraGen 4 liter per hektar, tanaman Refobia yang bertujuan sebagai pengendalian hama secara terpadu, dan obat pembasmi hama.

Sementara itu, Yohanes Arief Hariyanto mengungkapkan, saat ini demplot tanaman padi sehat dengan menggunakan pupuk ExtraGen baru hanya dilakukan di Kabupaten Badung. Itu sekaligus merupakan yang pertama untuk di Bali sekarang ini. Paparnya, pupuk dengan kandungan organik non subsidi ini menggandeng PT. Pupuk Kaltim sebagai pemasaran produk saat ini

“Setelah demplot ini dengan mendapatkan hasil produksi yang meningkat dari 5,4 ton per hektar menjadi 9 ton lebih per hakter, kemungkinan hal sama terus akan dilakukan pada sentra pertanian padi di daerah lainnya di Bali,” tandasnya.

Sementara itu, untuk pemakaian pupuk organik ini bisa mengghemat biaya yang dikeluarkan petani selama budi daya, sekaligus pengurangan pemanfaatan pupuk kimia hingga 50 persen. Perhitungannya, dengan menggunakan pola tanaman menggunakan pupuk kimia, biasanya petani membutuhkan urea mencapai 200 kg, NPK 300 kg, dan pupuk organik 500 kg per hektar. Sementara ketika petani menggunakan pupuk ExstraGen, petani mengurangi biaya produksi hingga separuhnya.

“Harga pupuk ExtraGen sendiri Rp 135 ribu per liter, biasanya dalam satu hetar lahan menggunakan 4 liter,” tandasnya. (man)