Jangkauan KUR Diperluas ke Sektor Pariwisata

Denpasar (Bisnis Bali) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution minta pelaku usaha sektor pariwisata dapat memanfaatkan program kredit usaha rakyat (KUR)dengan bunga 7 persen. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati Selasa, (23/10) menilai akses KUR ini sangat bagus untuk pelaku UKM di sektor pariwisata di Bali.

Penyaluran KUR ke sektor pariwisata tentu akan membantu memperkuat permodalan UKM di sektor pariwisata. Ini bisa menjadi bagian  pengembangan destinasi di Indonesia termasuk di Bali. Sektor pariwisata menjadi salah satu penyumbang devisa bagi negara. Permasalahan banyak pelaku UKM belum tersentuh layanan perbankan.

Dipaparkannya,  sebelumnya bunga  9 persen, dengan dorongan pemerintah bunga KUR turun menjadi  7 persen.  Besar kecil penyaluran KUR ke sektor pariwisata tentu disesuaikan skala usaha UKM dan kemampuan UKM membayar angsuran kredit.

KUR khusus sektor pariwisata ini memiliki plafon sampai Rp 500 juta dengan bunga kredit 7 persen. Dengan dukungan permodalan ini sangat tepat memperkuat sektor UKM yang bergerak di sektor pariwisata.

Menurut Cok Ace, KUR untuk sektor pariwisata mesti menyentuh usaha UKM milik masyarakat seperti usaha kuliner, home stay serta UKM lain milik masyarakat yang menopang sektor pariwisata. Usaha jasa penyedia makanan dan minuman ini sangat menopang sektor pariwisata. Bahkan sektor UKM ini mampu bertahan dalam kondisi krisis ekonomi atau perlambatan ekonomi.

Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati meyakinkan kepada BPD Bali dan bank pemerintah termasuk BPR yang menyalur KUR bisa melirik UKM di sektor pariwisata. Dalam penyaluran KUR ke sektor UKM pariwisata dapat dilakukan secara cepat dan tidak bertele-tele. (kup)