Kuliner Sate Lilit Ikan Peluang Menjanjikan

SAAT ini  menu kuliner khas Bali salah satunya sate lilit ikan makin mudah dibeli. Menu ini memang sangat khas tak hanya cocok untuk santap makan pagi, siang, dan malam bersama keluarga kecil, untuk helatan tertentu yang lebih besar menu ini juga kerapkali disajikan bersama menu makanan lainnya.

Pedagang sate lilit ikan dan ayam, Ibu Metri di kawasan Jln Bantas, Tabanan, Minggu (21/10) menyampaikan sate lilit ikan dan daging ayam yang dijualnya diproduksi sendiri menggunakan olahan bumbu khas Bali. Sate salah satu menu favorit kebanyakan konsumen karena memang bisa disantap bersama olahan masakan lainnya yakni lawar, nasi putih, maupun olahan daging lainnya seperti serapah, dan lainnya.

Selama ini mangkal di sebuah warung sederhana ia cukup banyak langganan. Dia tak membatasi berapa konsumen membeli. Mulai Rp 10.000 ke atas juga dilayani. Per biji sate lilit ikan dan ayam dijualnya Rp 1000. Sedangkan pesanan dalam jumlah karangan juga dilayani. Jajarannya Rp 150.000 per karang isi 30 biji dilengkapi pasar, dan lainnya. Konsumen sangat menyukai sate lilit selain citarasa khas, juga menyehatkan. Terutama ikan menurut ilmu kesehatan bisa mencerdaskan. Dia optimis dengan menjaga kualitas yakni adonan sate dengan daging ikan atau ayam yang diolah memanfaatkan bumbu komplit, kebutuhan dan selera pasar bisa terpenuhi.

Dia juga menyampaikan menu khas Bali yang satu ini memiliki bahan dasar daging ikan yang dicampur dengan parutan kelapa, aneka bumbu dan rempah, lalu dililitkan ke tusukan bambu tipis untuk kemudian dibakar hingga matang. Jika tak ada tusukan bambu, bisa menggantinya dengan batang serai, yang juga akan menambah kenikmatannya. Daging fillet yang biasa digunakan berasal dari ikan tuna. Namun  bisa menggantinya dengan ikan berdaging putih lainnya seperti tenggiri, gurami atau fillet ikan dori yang saat ini mudah sekali didapatkan.

Adapun bahan-bahan yang bisa disiapkan untuk menu sate lilit ini yakni daging fillet ikan tuna – 300 gram, santan kental – 50 ml, kelapa parut – 50 gram, serai, memarkan – 1 batang, daun salam – 2 lembar serta tusukan bumbu pipih atau batang serai untuk sate – secukupnya. Untuk bumbu halusnya memanfaatkan, cabe merah keriting – 3 buah, bawang merah – 5 siung, bawang putih – 3 siung, jahe – 1 ruas jari, terasi, bakar – 1 sdt, daun jeruk, buang tulang daunnya – 1 lembar, kunyit – 2 cm, kemiri, sangrai – 2 butir, garam – 1 sdt, gula merah – 1/2 sdt, minyak goreng – 1 sdm.

Cara mengolahnya harus dilakukan dengan baik yakni, tumis bumbu halus sampai wangi. Masukkan serai dan daun salam, tumis kembali. Matikan api, dinginkan.Haluskan daging ikan, santan, dan kelapa parut menggunakan blender/food processor/chopper. Campur adonan ikan dengan bumbu halus. Aduk rata. Ambil adonan secukupnya, kepal-kepal lalu rekatkan pada tusukan sate atau batang serai hingga setengah tinggi tusukan. Lakukan hingga semua adonan habis.

Panggang sate di grill pan atau wajan datar hingga matang dan berwarna kecoklatan. Olahan sate lilit sudah selesai d7masak dan bisa disajikan.Bila menggunakan batang serai sebagai tusukan sate, memarkan sedikit bagian putihnya agar adonan mudah melekat dan lebih wangi. Sebelum direkatkan ke tusukan sate, simpan adonan dalam kulkas selama 30 menit, agar adonan mengental dan mudah dikepal. Daging ikan bisa diganti dengan ayam, sesuai selera. Sajikan bersama sambal matah agar lebih nikmat.

Menurutnya jika mau berinovasi masih banyak olahan ikan yang bisa dijadikan menu unggulan. Sekarang ini baik kalangan menengah bawah hingga atas cukup memahami pentingnya mengkonsumsi ikan. Ini peluang bagi pebisnis kuliner dalam meningkatkan keuntungan. Bali yang menjadi tempat berbagai aktivitas bisnis, usaha kuliner salah satunya bisa digarap optimal sehingga mampu bersaing dengan pedagang luar Bali yang tak sedikit menggarap bisnis ini di pasar – pasar tradisional – restoran.  (gun)