Gianyar (Bisnis Bali) – Maraknya biro perjalanan wisata Tiongkok menawarkan paket wisata murah mendapat reaksi keras dari Pemerintah Provinsi Bali. Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati Sabtu (20/10) mengatakan pelaku pariwisata di Bali diharapkan tidak menyediakan produk wisata murahan sehingga wisatawan yang datang ke Bali wisatawan kelas murahan.

Permasalahan penjualan paket tour murah ke Bali oleh pasar Tiongkok mesti dilihat dari dua sudut pandang. Permasalahan ini mesti dipisahkan usaha di Bali yang mempekerjakan orang dari Tiongkok sehingga bisa menyediakan paket tour murah.

Masalah kedua ada travel agen dari Tiongkok yang sengaja menawarkan paket tour murah ke Bali. Ini tentu menurun nilai tawar pariwisata Bali dan pariwisata Indonesia di pasar mancanegara.  Penawaran paket tour murah oleh ke Bali oleh travel agent Tiongkok sangat sulit diterima secara nalar dan sulit diterima secara hitung-hitungan ekonomis. Wisatawan akan sulit hidup di Bali dengan tarif murah.

Permasalahan ini muncul karena ada akomodasi menawarkan harga kamar di bawah Rp150.000 orang permalam. Ini satu kamar ditempati sampai 6 orang wisatawan.  Pemerintah mengatur agar sektor pariwisata  bisa memberikan pendapatan dan kesejahteraan dari sektor pariwisata. Ketika wisatawan yang datang merupakan wisatawan murahan tentunya tujuan tersebut akan sulit terwujud.

Pemerintah dan stakeholder pariwisata tentu akam berupaya mengendalikan kedatangan wisatawan kelas bawah yang membeli produk wisata murahan. Pengendalian kedatangan wisatawan kelas bawah ini dikarenakan keterbatas kapasitas Bali dan tidak optimal memberikan pendapatan pada sektor pariwisata Bali.

Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menambahkan untuk menjaring wisatawan murahan tidak datang ke Bali, pelaku pariwisata Bali tidak menyediakan paket wisata murahan. ” Sehingga wisatawan yang datang ke Bali tidak wisatawan kelas murahan,” tegasnya. (kup)