Singaraja (Bisnis Bali) – Bersinergi dengan BKS LPD Kabupaten Buleleng dan Bank BPD Bali Cabang Singaraja dan Seririt. LP-LPD Kabupaten Buleleng menggelar pelatihan analisa kredit kepada sejumlah pemucuk LPD dan pengurus LPD bagian kredit yang di Buleleng. Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari yakni 18 – 19 Oktober 2018 di Gedung LPD Ambengan ini diikuti 150 peserta. Kegiatan ini didukung Bank BPD Bali Cabang Singaraja dan Seririt. Turut hadir dalam kesempatan itu Koordinator LP- LPD Provinsi Bali I Nyoman Arnaya, SE.

Koordinator LP-LPD Kabupaten Buleleng Drs. Nyoman Indrayasa mengatakan, LP-LPD tak hanya memiliki tugas dan fungsi dalam mengaudit dana yang ada di LPD, juga wajib melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi.

Pelatihan ini digelar untuk memininalisir permasalahan kredit yang dapat memicu peningkatan NPL. Selain itu pelatihan ini dilaksanakan atas pertimbangan kredit di masyarakat masih ada yang masuk kategori bermasalah yang cukup tinggi.

“Jadi melalui pelatihan ini berharap mampu menekan NPL tersebut, jika dalam 3 – 6 bulan terjadi penurunan kita akan lakukan pelatihan lebih luas lagi,”terangnya. Pihaknya juga berterimakasih kepada Bank BPD Bali sebagai mitra kerja yang mendukung penuh kegiatan pelatihan analisa kredit.

Hal senada juga diungkapkan I Ketut Adi Susila, SE Kepala Seksi Kredit Bank BPD Cabang Seririt, pelatihan ini penting dilaksanakan untuk menekan NPL. Sementara itu materi yang diberikan diantaranya teori perkreditan dan analisa kredit.

Sementara itu Ketua BKS LPD Kabupaten Buleleng Made Nyiri Yasa, S.Sos, M.MA, menambahkan pentingnya pelatihan analisa kredit ini tidak hanya sebagai ilmu bagi peserta pelatihan. Juga memberikan pemahaman serta persamaan gerak dan langkah di dalam sebelum memberikan pelayanan transaksi kredit kepada calon debitur.

Selain dapat menekan NPL juga dapat memininalisir permasalahan baru, khususnya kredit di lapangan. Ia menambahkan, jangan melalaikan analisa kredit, karena LPD memiliki tujuan mensejahterakan krama tidak untuk melelang agunan nasabah dan penting untuk tak selalu berpatokan pada besarnya agunan tanpa melihat karakter calon debitur itu sendiri. “Memberikan kredit tapi kita tidak tahu karakter calon debitur kita itu sangat fatal dan besar risiko nantinya,”terangnya.

Pihaknya juga mengapresiasi dukungan penuh oleh Bank BPD Singaraja¬† dan seririt yang mendanai sekaligus mendatangkan fasilitator tentang analisa kredit dari Bank BPD yang berkolaborasi dengan aturan analisa kredit yg telah ada di Perda dan Pergub. “Analisa sangat penting dan harus dilakukan di LPD, kita juga berkoordinasi dengan praktisi yang ada di lapangan,”imbuhnya. (ira)