Laju Penjualan Motor Bekas relatif  Terkontrol

Denpasar (Bisnis Bali) – Oktober kini tinggal hitungan hari dan siap masuk November. Momen ini bagi penjualan motor bekas merupakan saatnya memacu penjualan karena menjelang akhir tahun. Namun sayangnya minggu ketiga Oktober penjualan relatif terkontrol, atau tidak banyak terjadi lonjakan.

“Meski demikian, kami belum putus asa, masih menaruh harapan penjualan akan bergairah jelang masuk dua bulan jelang akhir tahun,” kata pengelola motor bekas di Renon, Indrawan.

Untuk penjualan sepeda motor triwulan akhir sepertinya belum total alami kenaikan karena masih dipengaruhi kelesuan ekonomi. Harapan kini transaksi November-Desember dengan harapan kondisi sudah mulai ada perubahan pascaberlangsungnya pertemuan tahunan IMF-WB 2018.

Menurutnya, kondisi ini tak bisa digeneralisasikan untuk semua penjual, karena ada beberapa kawasan tertentu penjualan cukup bagus. Begitupula sebaliknya kawasan lain kurang bagus. Karenanya ia belum bisa berbicara banyak dari segi penjualan.

Daya beli masih relatif stagnan karena masih di kisaran3-4 unit dari target 10-12 unit per bulan. Berdasarkan pengalaman jelang akhir tahun, umumnya peningkatan sudah mulai tampak triwulan akhir, tetapi tahun ini sangat minim karena masih dibayang-bayangi transaksi awal tahun. Diharapkan ke depannya tidak ada sentimen negatif terhadap kondisi ekonomi.

Berbeda dengan pengelola penjualan motor bekas lainnya, Komang Jathi. Kata dia, bulan depan amsih banyak momen hari raya keagamaansehingga sedikit mempengaruhi terhadap penjualan.Kendati momen hari raya kini tidak bisa dijadikan patokan tinggi rendahnya transaksi, namun tetap saja ada pengaruh.

“Umumnya momen hari raya ada peningkatan. Harapan kini akhir tahun Natal dan Tahun Baru bisa mendongkrak penjualan,” tegasnya.

Ia menilai, terkontrol tidak jelek banget karena pasar Bali tergolong istimewa. Kendaraan roda dua masih jadi pilihan utama masyarakat dalam mempermudah transporasi berbagai kegiatan. Tipe roda dua yang diminati masih kelas motor matik fuel injeksi dan motor bebek 125 CC.

“Secara keseluruhan triwulan akhir tahun ini tanda-tanda akan terjadi penurunan drastis tidak ada. Walaupun sepi penjualan, permintaan masih memungkinkan naik lagi minggu depan dan optimis laju penjualan motor akan mencapai target” katanya. (dik)